FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Rabu, 27 Juli 2011

catatan permaisuri sukjong dalam kisah nyata raja sukjong


Catatan Para Permaisuri Sukjong

Ratu Ingyeong (1661–1680)

Putri Kim Man-gi[1] dan Lady Han[2]. Ia menikah di usia 10 tahun dengan Sukjong (yang ketika itu masih sebagai Putra Mahkota (王世子 왕세자 wangseja), gelarnya adalah Puteri Istri Putra Mahkota (王世子嬪 왕세자빈 wangsejabin). Di tahun 1674, bersama dengan kenaikan tahta suaminya, ia menjadi Permaisuri Joseon. Di bulan Oktober 1680 (usia 19 tahun), ia sakit cacar dan wafat 8 hari kemudian di Istana Changdeok. Ia dimakamkan di Ikneung (익릉) di Propinsi Gyeonggi. Ia memiliki 2 putri, yang mati pada saat lahir.

Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Ingyeong, Gwangryeol Hyojang Myeonghyeon Seonmok Hyeseong Sunui" (광렬효장명현선목혜성순의인경왕후 光烈孝莊明顯宣穆惠聖純懿仁敬王后).

Ratu Inhyeon (1667–1701)

Putri Min Yoo-jung[3] dan Lady Song[4], ia menjadi Permaisuri Sukjong dengan pernikahan di tahun 1681. Ia mungkin dikenal sebagai salah satu Ratu yang terbaik di dalam Dinasti Joseon. Kehidupannya digambarkan di dalam banyak drama sejarah Korea. Ketika so-ui[5] Jang Ok-jeong melahirkan seorang putra di tahun 1688, terjadi perselisihan berdarah yang disebut Gisa Sahwa (기사사화). Selama ini, Sukjong ingin memberikan putra tertuanya (gelar wonja (元子 원자)[6]) gelar "Putra Mahkota" (王世子 왕세자 wangseja) dan ingin mempromosikan Lady Jang dari status So-ui ke status Hui-bin[7]. Aksi ini ditentang oleh fraksi Noron (dipimpin oleh Song Si-yeol, dengan Min Yoo-jung (ayah Inhyeon) sebagai anggotanya), dan ini didukung oleh fraksi Soron (dimana Jang Hui-jae (kemudian) abang Jang so-ui adalah salah seorang anggotanya). Sukjong menjadi marah dengan oposisi tersebut, dan banyak yang dibunuh termasuk Song Si-yeol. Banyak anggota termasuk Inhyeon dan keluarganya, dipaksa dibuang ke pengasingan. Ratu Inhyeon digulingkan dan Jang so-ui menjadi Jang hui-bin, dan kemudian menjadi Permaisuri Ketiga.

Kemudian di tahun 1694, Sukjong, merasa menyesal atas sikap temperamennya, dan menyerah kepada penempatan kembali Inhyeon, yang dipimpin oleh Soron (kejadian ini disebut Gapsul Hwanguk (갑술환국)) Ia dibawa kembali ke istana dan dikembalikan statusnya sebagai Permaisuri, dengan Lady Jang diturunkan ke status hui-bin. Di tahun 1701 di usia 34 tahun, ia jatuh sakit dan meninggal, penyebab penyakit tersebut tidak diketahui[8].

Konon ketika Sukjong sedang berkabung atas kematian Inhyeon, memimpikannya mengenakan pakaian sobok yang penuh bersimbahan darah. Sukjong bertanya pada Inhyeon bagaimana ia mati, yang kemudian menunjuk ke arah kamar Jang Hui-bin (tanpa berkata apa-apa). Sukjong terbangun dari mimpinya dan pergi ke kamar Jang. Ketika mendekat, ia mendengar musik dan suara tertawa. Dengan menguping ia melihat Jang Hui-bin dengan seorang Syaman di dalam kamarnya, sedang berdoa untuk kematian Ratu, dan menusuk sebuah boneka dengan panah. Ketika hal tersebut dipergoki oleh Sukjong, iashe (bersama dengan abangnya) dieksekusi atas perbuatannya (dengan meminum racun (사사 sasa)).

Salah satu pelayan Ratu menulis sebuah buku yang disebut Inhyeon Wanghu Jeon (仁顯王后傳 인현왕후전 Kisah Ratu Inhyeon), yang masih ada sampai sekarang. Ia dimakamkan di Myeongreung (명릉) Propinsi Gyeonggi, dan Sukjong kemudian dimakamkan dekat dengannya di area yang sama. Ia tidak memiliki keturunan dengan Sukjong.

Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Inhyeon, Hyogyeong Sukseong Jangsun Wonhwa Uiyeol Jeongmok" (효경숙성장순원화의열정목인현왕후 孝敬淑聖莊純元化懿烈貞穆仁顯王后).

Ratu Inwon (1687–1757)

Putri Gim Joo-shin[9] dan Lady Jo dari klan Imcheon Jo[10], ia menikah dan menjadi[11] Permaisuri Ketiga Sukjong diusia 15 tahun, di tahun 1702, setelah kematian Inhyeon di tahun 1701. Ia selamat dari penyakit cacar di tahun 1711. Ia menjadi Ibu Suri (大妃 대비 daebi) setelah Sukjong wafat dan anak tirinya (oleh Jang hui-bin) menjadi raja, dan Ibu Suri yang Agung (大王大妃 대왕대비 daewangdaebi) di tahun 1724 setelah Gyeongjong (anak tirinya oleh Jang hui-bin) wafat dan Yeongjo (anak tiri lainnya oleh Choi suk-bin), yang ia sayangi, menjadi raja. Ia tidak memiliki keturunan, dan wafat di tahun 1757 di usia 70 tahun, dan dimakamkan dekat dengan Sukjong dan Inhyeon di Propinsi Gyeonggi.

Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Inwon, Hyesun Jagyeong Heonryeol Gwangseon Hyeonik Kangseong Jeongdeok Suchang Yeongbok Yunghwa Hwijeong Jeongwoon Jeongui Jangmok Inwon Wanghu" (혜순자경헌렬광선현익강성정덕수창영복융화휘정정운정의장목인원왕후 惠順慈敬獻烈光宣顯翼康聖貞德壽昌永福隆化徽精正運定懿章穆仁元王后).

''Hee-bin'' Jang Ok-jeong (1659–1701)

Ia hanya diketahui sebagai seorang keponakan yang pernah disingkirkan seorang pedagang yang bernama Jang Hyeon (장현) dan tidak ada catatan tentang siapa ayahnya. Namun, konon menurut sebuah isu, ayahnya adalah Jo Sa-seok (조사석; keponakan kedua Ibu Suri Jangryeol), karena ibu Ok-jeong (Nyonya Yoon) merupakan gundiknya yang terkenal.

Ok-jeong menjadi Ibu Suri Jangryeol pelayan istana (ratu kedua Injo) dengan rekomendasi Pangeran Dongpyeong (keponakan pertama Sukjong yang pernah disingkirkan). Kemudian di tahun 1686, Sukjong bertemu dengannya setelah sebuah kunjungan dengan nenek buyut tirinya (Ibu Suri Jangryeol) dan menjadikannya selir dan memberinya gelar suk-won[12]. Di tahun 1688, ia dipromosikan ke so-ui, dan di tahun 1688 ia melahirkan seorang putra, dan menjadi hui-bin. Ketika Inhyeon digulingkan dan dibuang ke pengasingan di bulan Mei 1688, ia menjadi Permaisuri Ketiga yang di dukung oleh fraksi Soron, dan putranya dijadikan Putra Mahkota, memberi ruangan untuk Gisa Hwanguk.

Kemudian di tahun 1694, dengan penempatan kembali Inhyeon, Permaisuri dikembalikan statusnya menjadi hui-bin. Di tahun 1701, Inhyeon meninggal oleh sebuah penyakit yang tidak diketahui. Konon Sukjong memergoki Jang hui-bin, abangnya Jang Hui-jae dan seorang Shaman menjampi-jampi kematian Inhyeon (ketika menusuk sebuah boneka dengan panah). Jang hui-bin, abangnya, dan setipa orang yang terlibat ditahan dan di hukum mati dengan meminum racun. Ia berusia 42 tahun dan memiliki dua anak: Gyeongjong dan Pangeran Seongsu (diragukan).

Setelah ini, Sukjong membuat hukum yang melarang selir-selir diijinkan menjadi Permaisuri di kemudian hari. Jang hui-bin meninggalkan banyak cerita-cerita rakyat termasuk kehausannya akan kekuasaan, dan sebuah cerita tentang kejadian sebelum kematiannya dengan putranya (kemudian Putra Mahkota (bakal Gyeongjong)[13].

Walaupun demikian, karena ia merupakan ibu dari Putra Mahkota, ia diberikan gelar anumerta "Lady Oksan, Selir Istana yang Agung; Selir Prefektur yang Agung klan Indong Jang" (대빈궁옥산부대빈장씨 大嬪宮玉山府大嬪張氏).

''Suk-bin'' dari klan Choi (1670-1718)

Tidak ada catatan tentang kehidupannya sebelum ia menjadi selir Sukjong. Ia adalah seorang pelayan air di dalam istana, dibawah Ratu Inhyeon. Di suatu malam, ia berdoa di dalam kamarnya untuk kesehatan Inhyeon, ketika Sukjong yang lewat di depannya setelah bepergian dari luar istana mendengarnya dan tersentuh akan ketukusan hatinya (Sukjong yang sedang menyesal pada sat itu), menjadikannya sebagai selirnya. Ia menjadi suk-ui setelah melahirkan seorang putra di tahun 1694. Selain anak ini, ia memiliki 2 orang putra lainnya (keduanya diragukan). Setelah Pangeran Yeoning (Yeongjo) lahir di tahun 1694, ia dipromosikan menjadi "suk bin" Ia diberikan gelar anumerta "Lady Hwagyeong, Selir Suk dari klan Choi" (화경숙빈최씨 和瓊淑嬪崔氏).

Park myeong-bin

Tidak ada catatan hanya sebuah kenyataan bahwa ia merupakan putri dari seorang Yangban. Ia memiliki satu orang putra, Pangeran Yeonryeong.

shared by wikipedia

via: KBPKfamily

cop: yunaKBPKfamily

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar