FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Sabtu, 09 Oktober 2010

Interview dengan G-Dragon dari Electronic Love Tour Photobook


Umur berapa pertama kali kamu mendengarkan musik?

Waktu itu aku masih duduk di sekolah dasar. Ayah dari salah satu sahabatku bekerja sebagai seorang produser untuk sebuah program musik di televisi, dan sewaktu aku berkesempatan mengunjunginya di tempat kerjanya, ada begitu banyak album musik dari artis internasional. Itu adalah pertama kalinya aku mendengar musik hip hop, dan aku sangat terkejut.

Seperti, “Ternyata ada jenis musik seperti itu di dunia ini!?”

Aku hanya mendengar KPop sampai aku mendengar genre musik seperti ini, hip-hop, dan aku hanya berpikir, “Mengapa hip-hop disebut sebagai aliran musik yang bagus? Aku bahkan tidak tahu apa artinya waktu itu, karena itu bahasa asing.” Aku hanya tidak mengerti kenapa aliran tersebut dianggap baik, jadi aku tidak terlalu tertarik. Tapi saat aku mendengar lagu Wu Tang Clan, yang berjudul “C.R.E.A.M”. Waktu itu Wu Tang Clan adalah kelompok hip hop yang paling terkenal di USA, dan visi bermusikku menjadi terbuka pada saat itu.

Jadi, hambatan dalam berbahasa bukan masalah?

Tentu saja aku tidak tahu apa lirik atau bagaimana pengejaan kata-katanya, karena mereka menggunakan bahasa Inggris, namun aku tidak mempedulikan hal seperti itu, karena suara musiknya sendiri sudah sangat keren. Aku bahkan memiliki CD dan kasetnya, dan aku mendengarkan mereka sampai CD dan kaset itu rusak, dan aku bernyanyi bersama mereka sedapat mungkin yang bisa aku mengerti dari apa yang mereka katakan. Juga, aku ingin menunjukkan kepada sahabatku bahwa aku mampu mengingat seluruh lirik lagu tersebut, jadi aku menyanyikan lagu tersebut di panggung, seperti pada saat festival menyanyi di sekolah. Aku pikir semua orang akan terkagun dan kemudian memujiku, tapi ternyata mereka tidak dapat menerimanya. Sebaliknya, mereka hanya menatapku dan wajah mereka seperti, “Apa yang sedang ia nyanyikan? Aku tidak mengerti sama sekali.” *GD tertawa*

Ah, sangat menyedihkan, tapi kupikir kamu sudah berbeda dengan teman-temanmu di sekolah, dilihat dari bahwa mungkin cuman kamulah satu-satunya yang mendengarkan lagu barat di sekolah dasarmu.
Ya, tapi teman-temanku yang dulu tidak menerima musik sedemikian, meneleponku sekarang dan mereka berkata, “Aku harusnya dulu mendengarkanmu bernyanyi.” *GD tertawa lagi*

Dan mulai saat itu, ke-norak-anmu ( dalam artian positif ) sudah mulai didefinisikan. *tertawa*

Mulai dari aku kecil, aku sangat suka mencoba hal-hal baru yang orang lain tidak ingin tahu, dan menurutku sifat seperti ini sangat baik. Bahkan sebenarnya, hal pertama yang aku coba adalah menari. ( Red: selanjutnya akan dibilang dance, lebih cocok ) Aku suka nge-dance bersama dengan musik atau sambil melihat acara di televisi. Kita semua suka berlari dan meloncat-loncat tanpa tujuan sewaktu kecil bukan? Sama seperti itu, aku pikir itu adalah hal yang menyenangkan, sewaktu aku nge-dance. Dan ibuku yang melihat, mendaftarkan diriku di berbagai audisi, yang tentu saja aku terima dengan senang hati.

Jadi, ibumu adalah orang pertama yang melihat bakatmu?

Ibuku mengatakan bahwa aku akan nge-dance di hadapan orang-orang, bahkan sekalipun itu hanya satu atau dua orang. Ibuku juga memberitahuku bahwa aku sangat suka menghibur orang-orang, jadi ia memutuskan ia akan mendorongku ke arah industri entertainment. Aku pikir ibuku lebih hebat dariku. *GD tertawa*

Jadi, kapan pertama kali kau muncul di TV?

Sewaktu aku berusia 6 tahun. Dan ada acara televisi yang menunjukkan begitu banyak permainan dengan begitu banyak anak-anak. Bahkan sebenarnya, pada saat itu, aku tidak ingin melakukannya, tapi ibuku memaksaku. Aku suka untuk tampil di TV, tapi aku juga ingin pergi bersama temanku atau makan snack bersama saat aku punya waktu luang. *GD tertawa* Aku tidak menyukai bahwa aku harus bangun pagi-pagi karena pekerjaan dan waktuku bersama teman-temanku jadi berkurang. Aku kemudian mulai berpikir bahwa aku bukan orang sama lagi, tapi kemudian aku mencoba sebaik yang kubisa untuk menikmati waktu yang aku punya.

Bagaimana kepribadianmu sewaktu kau masih kanak-kanak?

Aku cukup kaku, pendiam dan bocah pemalu yang hanya mengekor di belakang ibuku setiap waktu, tapi satu-satunya tempat dimana aku bisa sangat pede adalah panggung, dan aku dancing. Aku telah berubah menjadi orang yang lebih aktif semenjak aku bergabung di agensi yang sekarang, itu sewaktu aku berumur 12 tahun.

Jadi sejak saat itu, kamu memulai langkahmu sendiri?

Aku mulai berpikir dan melakukan hal-hal yang kuinginkan seperti memiliki ide-ideku sendiri saat aku memutuskan bahwa aku akan hidup di jalur musik. Awalnya ibuku ingin agar aku belajar di sekolah menengah, tapi setelah ia menerima tekadku yang sangat kuat untuk hidup di musik, ia justru menjadi pendukungku yang paling bersemangat.

Tapi ternyata kamu membutuhkan waktu yang lebih lama sebelum bisa debut?

Aku masuk dalam pelatihan selama 6 tahun, dan menghabiskan banyak waktuku ikut berpartisipasi dalam album-album yang diluncurkan para sunbae. Aku berpikir kepada diriku sendiri bahwa aku harus berani menantang diriku sendiri ( terutama saat aku akhirnya debut ), tanpa menjadi aneh atau tanpa perlu merasa tidak nyaman dengan diriku sendiri.

Jadi, kamu pasti merasa sangat senang saat akhirnya bisa debut dalam grup Big Bang.

Tepat saat aku debut, yang aku rasakan lebih dari sekedar senang. Waktu itu, nama “G-Dragon” sudah dikenal dan juga diumumkan bahwa kami adalah grup idol pria pertama dari YG, jadi banyak orang menaruh harapan kepada kami. Selain harapan tersebut, tentu saja ada beberapa kritik, tapi itu hanya membuat kami, kelima anggotanya menjadi lebih kuat dan saling lebih terhubung erat. Kami mengatakan, “Kami akan menunjukkan kepada mereka lebih dari apa yang mereka harapkan dari kami, dan kami akan mebuat nama kami, Big Bang, dan bangga atasnya”, dan kami pun mulai bekerja lebih keras dari hari ke hari sejak saat itu.

Terlebih, kamu sebagai pemimpinnya, tidakkah kamu memiliki lebih banyak tekanan mengenai hal itu?

Saat kami baru saja membuat kelompok kami, aku berusaha bagaimana caranya mengurangi perbedaan yang ada antara anggota tertua dan termuda. Tapi kupikir, menjadi pemimpin di Big Bang tidaklah begitu sulit.

Big Bang adalah kelompok, yang memiliki 5 anggota yang masing-masing anggotanya memiliki ‘warna’ yang berbeda.

Itulah hal yang aku sukai dari Big Bang. Setiap dari kami mengerti seutuhnya bagaimana bagian mereka masing-masing, bahkan saat aku hanya menjelaskan secara singkat, mereka sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Tentu saja, ada konflik dan pertentangan sampai kami sampai kepada satu keputusan, dan itu maksudku, sampai kami saling mempercayai satu sama lain.

Apa contohnya yang membuat kalian sampai “berkelahi”?

Sebagai contoh, saat seseorang tidak menyukai bagaiman cara aku makan atau cara aku melipat pakaianku, *GD tertawa* Kami berlima tinggal di sebuah apartemen dan hidup bersama. Saat dipikirkan lagi, kami sering berkelahi mengenai hal-hal yang sebenarnya tidaklah penting. Kami bahkan tidak sempat menyelesaikan permasalahan kecil tersebut dan akhirnya malah memperparah konflik diantara kami, dan bisa membahayakan kami sebagai satu kelompok. Kemudian kami menyadari bahwa hal seperti itu hanya membuat perasaan kami merasa buruk. Dan setelahnya, sama sekali tidak ada perkelahian lagi.

Pernahkah kalian berkelahi karena perbedaan ide mengenai bagaimana seharusnya image dan gaya bermusik Big Bang?

Tidak, tidak pernah. Kami berlima sudah setuju akan ide dari musik atau penampilan Big Bang. Tentu saja kelima anggotanya memiliki warna yang berbeda, artis favorit yang berbeda, dan jenis musik yang berbeda, karena masing-masing kami telah hidup dengan cara yang berbeda satu sama lain, tapi umumnya kami semua akan tampil dalam warna senada setiap kali kami muncul sebagai Big Bang. Dan untungnya, kami bebas berekspresi seperti yang kami inginkan di aktivitas kami sebagai seorang solo. Ada pepatah Korea mengatakan, “Semakin sering kami berkelahi, semakin dekatlah kami mengenal satu sama lain.” Memang benar, kami sering berkelahi sampai kami benar-benar tahu apa yang dipikirkan satu sama lain, dan kami menjadi lebih dekat, dan sekarang kami bisa diibaratkan sebagai sebuah keluarga.

Jadi, perkelahian tersebut adalah sebagai komunikasi untuk menjadi lebih dekat satu sama lain?

Sebenarnya, aku pikir perkelahian yang biasanya terjadi itu karena terjadi salah paham diantara kami. Bahkan sebenarnya, walaupun tidak terlihat, semua anggota Big Bang sebenarnya takut melihat orang baru/asing. Bahkan hari ini, kami merasa sangat tegang jika kami baru bertemu seseorang pertama kalinya dan seringkali kami berpura-pura terlihat keren atau terlihat serius. *GD tertawa* Padahal sebenarnya kami sangat suka bercanda dan bermain-main. Kami sangat pintar dalam hal mencari kesenangan.

Jadi, kalian semua adalah pria-pria berusia 20 tahunan yang normal?

Ya, tapi saat aku masih duduk di sekolah dasar, aku pikir aku tidak begitu menyukai candaan atau mengerjai seseorang, jadi ada beberapa temanku yang takut dan beberapa bahkan menangis gara-gara aku. *GD tertawa* Dan sebenarnya, aku berpindah sekolah 4 atau 5 kali, jadi bagiku komunikasi adalah hal terpenting untuk bisa menjalin persahabatan lebih cepat, dan aku bisa menyombongkan diriku bahwa aku punya banyak teman, setiap kali aku berpindah sekolah. Jadi aku punya lebih banyak teman dibandingkan dengan yang lain.

Kemanapun kamu pergi, kamu yang sangat terkenal dan yang selalu menjadi pusat perhatian?

Aku tidak yakin jika aku yang paling terkenal, tapi aku selalu memimpin teman-temanku dengan rasa percaya diri.

Berada di lingkungan yang baru, tidakkah membuatmu merasa kesepian? Tidakkah kamu merasa frustrasi karenanya?

Tidak pernah. Bahkan aku menikmati hal tersebut. Karena sebenarnya aku tidak suka berada di satu tempat terus-menerus. Bahkan sekarang, jantungku sering berdebar jika aku pergi mengunjungi satu tempat yang baru. Dulu dan sampai sekarang, aku suka mengetahui sesuatu hal dan merasakannya dengan tubuhku ketimbang pikiranku. (Red: maksudnya GD lebih suka mengalami hal tersebut langsung, ketimbang cuman membaca mengenai sesuatu hal)

Wow. Ah, dari percakapan sebelumnya, apakah ada anggota Big Bang yang takut padamu?

Ya, mungkin. *GD tertawa* Tapi pertama kali aku bertemu TaeYang, aku pikir ia menakutkan. Dia sangat-sangat berbeda dariku, dan sekarang kami seringkali bertukar kepribadian/karakter. Aku sedikit introvert ( Red: tipe orang yang tertutup ) sewaktu aku masih kecil, tapi sekarang TaeYang yang sedikit introvert. Sekarang, kami tidak memiliki konflik karena kami menghabiskan waktu bersama-sama melewati masa-masa sulit dan senang semenjak kami masuk dalam pelatihan. Kami sekarang mengetahui apa yang dipikirkan anggota yang lain hanya dengan melihat mimik dan raut wajah mereka. Untuk mendefinisikan kata, “sahabat dekat”, bagiku, aku akan mengatakan, mereka adalah orang-orang yang saling dapat mengerti tanpa perlu mengatakan hal tersebut. Bagiku, semua anggota Big Bang adalah keluargaku, juga sahabat dekatku, kerabat yang menerimaku apa adanya dan yang aku hormati sedalam-dalamnya dari hatiku.

Okay, sekarang apa yang kamu pikir mengenai apa yang dipikirkan orang lain mengenai dirimu? Kamu dikenal sebagai orang yang teguh dan tidak akan berkompromi dengan apapun, seperti obsesimu akan kesempurnaan.

Aku mendapat beberapa pujian dan respon yang positif, tapi aku mencoba menghindari yang negatif. Jika aku mendengarkan pada saran balik yang baik, aku pikir aku akan merasa tersanjung.

Kemudian, menurutmu bagaimana warnamu sekarang?

Warna yang polos. Pikirkan saja mengenai kanvas yang diberi warna yang berbeda setiap kali. Aku bermimpi untuk menjadi orang seperti itu, dan aku mencoba menjadi orang seperti itu. Aku pikir aku sedang dalam proses transisi dari seorang bocah menjadi orang yang dewasa. Aku masih belum menjadi seorang dewasa seutuhnya, tapi kupikir saat ini seperti apa diriku bukanlah sesuatu yang buruk.

Sepertinya, saat kamu sedang berada dipanggung, kamu terlihat sangat garang dan mempunya aura yang tidak dapat didekati, tapi selama interview ini, kamu terlihat seperti seorang bocah dengan senyum polos yang cerah, seperti seorang bocah yang ramah.

Tentu saja, aku di panggung dan aku diluar panggung adalah dua orang yang berbeda. Saat aku kembali dari panggung, aku berubah menjadi diriku sendiri. Aku tidak suka berlagak seperti seorang selebriti. Namun, aku pikir hal terpenting adalah untuk memberikan penampilan sesempurna mungkin di panggung. Dengan kata lain, aku pikir sangat penting untuk beraksi di atas panggung agar aku dapat memberikan penampilan yang berkualitas. Aku pikir aku mulai bekerja keras karena aku punya pengalaman buruk sewaktu aku masih kanak-kanak, dan aku diberitahu, “Dia hanyalah seorang bocah”. Jadi aku berpikir aku harus teliti terhadap segala hal yang aku lakukan dan bertanggung jawab terhadap segala sesuatunya. Aku tidak begitu menyadari bahwa aku sendiri masih menunjukkan aura “gambaran seorang bocah cilik” setiap kali, tapi bahkans elama interview ini, aku berbicara seperti aku sedang nge-rap atau saat aku berjalan, dan lengan serta kakiku mulai bergerak seperti saat aku sedang nge-dance. *GD tertawa* Ini seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan. Aku seringkali melakukannya secara tidak sadar.

Ritme dan musik seperti menyelimuti tubuhmu. Omong-omong, bagaimana perasaanmu saat kau mendengar semua sorakan dan teriakan dari fansmu di Jepang?

Sebenarnya, rasanya sangat aneh. Dan aku sangat terkejut bahwa cukup banyak orang yang mengenal kami dan aku sangat senang bahwa para fans kami di Jepang ikut bernyanyi bersama kami seperti para fans di Korea. Walaupun kami dibatasi, sehingga kami tidak bisa berada dekat dengan fans, seperti konser di Korea. Hal tersebut cukup menyedihkan. Alasan mengapa ada jarak diantara kami dan para fans, adalah sangat penting karena sewaktu aku masih kecil, aku sangat senang jika artis kesukaanku menyentuh tanganku sewaktu mereka ada di panggung. Aku pikir aku tidak akan pernah melupakan perasaan seperti itu seumur hidupku. Karenanya aku ingin membuat fansku merasakan hal yang sama.

Hal apa yang paling kau inginkan saat ini?

Kebebasan.

Okay, lalu apa hal terpenting dalam hidupmu?

Mungkin sahabatku. Aku tidak takut akan apapun karena aku punya Big Bang sewaktu aku membuat musik. Bukan hanya Big Bang, aku punya banyak teman lain, dan mereka semua membuatku merasa sangat kuat. Bahkan untuk hal percintaan, aku membuat hubunganku seperti kami adalah sahabat dekat. Aku memiliki begitu banyak orang yang menarik disekitarku, dan mungkin aku juga ditarik oleh mereka.

Apakah kamu punya impian atau ambisi untuk masa depan Big Bang dan masa depan mu sendiri?

Aku tidak suka meraih dan mencoba mencapai semua hal-hal besar sekali saja. Aku ingin bertumbuh bersama fansku. Dan setelah beberapa tahun, mungkin sepuluh tahun, mereka masih akan berpikir, “Big Bang adalah grup terbaik, aku tidak akan pernah melupakan lagu-lagu mereka.” Sama seperti pertama kali aku mendengar hip hop, aku ingin kelompok kami selalu meninggalkan kesan tersendiri bagi setiap orang. Bagi diriku sendiri, aku ingin selalu termotivasi. Aku tidak selalu ingin mencapai posisi nomor 1, tapi aku juga tidak suka berada di posisi nomor 2. Jika aku mengetahui aku akan menjadi di nomor 2, aku tidak akan pernah mencoba melakukan hal tersebut. Tujuanku dalam hidupku adalah aku ingin mendapat hasil terbaik yang bisa aku terima. Dan aku ingin mencoba segala hal yang baru, menantang diriku sendiri ke dalam berbagai jenis gaya bermusik yang berbeda, jadi mungkin dalam 10 tahun, aku akan mendapatkan warna yang paling sesuai dengan diriku. Aku ingin membuat musik yang dapat membuat orang bermimpi, yang disenangi orang-orang dan dapat menghibur mereka dikala mereka bersedih.

Pesan terakhir bagi para pembaca?

Terima kasih untuk membaca buku ini sampai akhir. Aku sangat senang mendapatkan kesempatan untuk berbicara apa yang kami pikirkan sebagai Big Bang dan juga mengenai diriku. Tapi terlebih lagi, kalian akan dapat mengenali kami dari penampilan kami di panggung secara langsung, jadi aku berharap, aku bisa bertemu dengan kalian di konser live Big Bang berikutnya!






Source: Big Bang’s Electric Love Tour Photobook

Japanese to Korean translation: DCGD

Korean to English translation: HuisuYoon@21BANGS.com

Edited by: mizz_julie@21BANGS.com

English to Indonesian translation : altins @ koreanindo.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar