FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Selasa, 23 November 2010

“SPRING IN LOVE” (봄 사랑에) chap.10

~FF~ Special Edition KBPK Family in Story => Chap. 10



>>> Opening Ost. By_Seo In Guk “Love U” <<<

“jangan membuatku jengkel Kim Bum….”ucap Tsatsa setengah membentak.

“maafkan aku…., ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan kakakmu?”tanya Kim Bum penuh dengan perhatian.

Tsatsa menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Kim Bum,”tidak…, dan aku sedang jengkel dan kau menambah kejengkelanku dengan selalu mengikutiku….jangan ikuti aku!!!”Tsatsa meninggalkan Kim Bum dengan setengah berlari.

Tiba di sekolah Tsatsa langsung menghempaskan tasnya ke meja.

“kau tak apa?”tanya Ciie Chae teman satu kelas Tsatsa di club musik.

“aku sedang jengkel setengah mati…., kau tau laki-laki yang kau anggap baik berpelukan dengan wanita lain….”Tsatsa menumpahkan kekesalannya.

Ciie Chae tersenyum,”aku mengerti…,tapi apa kau tau kau akan lebih bahagia jika melihat dia bahagia jika kau benar-benar menyukainya….”.

“apa maksudmu?”tanya Tsatsa tak mengerti sambil mengerutkan alisnya.

”kau pasti bisa mengerti Tsatsa..., ayo kita latihan...”Ciie Chae menyarankan sambil berlalu pergi dan membuat Tsatsa sedikit bingung.



”gomawo sudah mengantarkanku...”ucap Frans dengan sopan sambil sedikit menunduk.

”m..., tentu...”angguk Hee Chul.

Frans membuka pintu mobil ketika Hee Chul membuatnya tertahan.

“kau…, tak keberatan jika aku juga ikut menjenguk adikmu?”tanya Hee Chul yang membuat Frans terkejut.

“dari mana kau…”

Hee Chul tersenyum,”aku mendengarnya ketika kau berbicara dengan teman-temanmu…,maafkan aku…”ucap Hee Chul memberi jawaban.

“oh…, m….”Frans ragu, namun tak enak menolak orang yang telah mengantarkannya, batin Frans berkata.

“jika kau tak mengizinkan…, aku akan kembali…, yah walaupun aku sedikit kecewa…”kata Hee Chul yang mengerti mimik keengganan di wajah Frans.

“ba…, baiklah…”ucap Frans spontan.

Dengan sigap Hee Chul turun dari mobilnya dan berkeliling untuk membukakan pintu bagi Frans.

”Trims...”ucap Frans dengan wajah menahan malu.



Setibanya di kamar pasien tempat Dhicca di rawat.

“jangan, kau belum sembuh benar...umma tak ingin kau seperti ini lagi...”ucap Lina sambil mengemasi barang Dhicca.

“aku hanya ingin membantu Linda, umma....”kata Dhicca menyela.

“tidak Dhicca..., kau harus istirahat” tahan Lina.

“baiklah...”kata Dhicca mengalah.

“aku datang...”ucap Frans,”umma..., ini teman satu kampusku..., dia ingin menjenguk Dhicca...”ucap Frans langsung memperkenalkan Hee Chul.

“selamat siang bi..., saya Hee Chul...”ucap Hee Chul sambil mencium punggung tangan Lina layaknya seorang lady.

“oh...,m...selamat siang..., terimakasih telah menjenguk Dhicca....”ucap Lina yang terpana akan perlakuan Hee Chul.

“tentu saja bi..., biar aku yang membawakan barangnya...”ucap Hee Chul yang dengan sigap membawa tas berisi pakaian dan selimut.

“tak perlu...”cegah Frans.

“tak apa...”ucap Hee Chul dengan sikap tenang.

“kak...trims...”ucap Dhicca sambil beranjak dari tempat tidurnya.

“tentu....” tanpa banyak berkata lagi keempatnya segera meninggalkan ruangan itu. Setelah membayar administrasi Hee Chul mengantar hingga ke mobil bak terbuka milik Lina.

”trims...”ucap Lina sambil membantu Dhicca naik ke mobil.

”tentu saja..., ku harap kau cepat sembuh....”kata Hee Chul pada Dhicca.

”tentu kak...”senyum Dhicca.

”aku..., akan pulang bersama ibuku..., sekali lagi aku berterimakasih kau telah mengantarku....”Frans menunduk lalu masuk ke dalam mobil.

”tentu akan senang jika kau mau menerimaku jika aku berkunjung kerumahmu...”ucap Hee Chul, sebelum Lina mengarahkan mobilnya. Lina dan Dhicca melemparkan senyum pada Hee Chul yang di balas senyuman oleh Hee Chul.

”sampai Jumpa...”teriak Hee Chul ketika mobil Lina berjalan meninggalkan tempatnya.

”sepertinya dia menyukaimu kak....”ucap Dhicca memulai.

Lina hanya tersenyum dan terus fokus menyetir.

”apa aku? Tidak-tidak..., dia hanya murid baru di tempatku yang berlagak sok baik...”tolak Frans tak mengakui.

”kak..., akuilah..., aku bisa mengerti tatapannya...”kata Dhicca menyudutkan.

”tidak..., jangan berfikir macam-macam atau aku akan marah...”ancam Frans tak suka.

”baiklah..., maafkan aku...” ucap Dhicca tak melanjutkan lagi pembicaraan itu.



”kapten..., kapten...., ada yang datang...”ucap seorang anggota panahan dengan nada tergesah.

”aku tau Joanna..., kau kan tak perlu seheboh itu....”ucap Linda sambil meletakkan busurnya,”bagus bukan akhirnya anggota kita bertambah walaupun hanya menjadi 5...”ucap Linda dengan lemas.

”bukan itu kapten tapi ini..., ini luar biasa....bayangkan ada....”kata-kata Joanna terhenti ketika suara ribut itu mendekat dan seseorang membuka pintu club.

”aku ingin bertemu kapten club ini...”ucapnya dengan nada datar sambil menatap ruang club panah.

”te...tentu...”ucap Joanna sambil tertegun takjub menatap laki-laki itu yang bagaikan malaikat.

”dapat aku bertemu dengan orangnya langsung?”tanyanya mengulang dengan nada jengah.

Linda bangkit lalu berdiri menatap laki-laki itu,”aku kapten club panah..., ada apa kau mencariku?”.

”oh..., kau...,aku Lee Joon Ki...aku ke sini ingin memintamu untuk mejadi pelatihku...”ucapnya,”manager Yun..., kau bisa membawa suratnya?”.

”ya...”laki-laki di belakang Joon Ki menyerahkan sebuah berkas padanya.

”silahkan kau baca...aku tak ingin menjelaskan lagi karena semuanya ada di dalam berkas itu...”kata Joon Ki lalu berbalik pergi,”aku akan menunggumu di mobilku....”

Linda terdiam sambil memungut berkas itu.

”kapten....”ucap Joanna ikut membaca berkas itu.

Linda meremas berkas itu,”h..., hanya 3 bulan..., apa maksudnya? Merendahkanku?sial...” Linda dengan menghentak berjalan keluar tanpa mengganti pakaian latihannya. Dan menghampiri Joon Ki.

”apa maksudmu? Kau ingin menghina clubku tak laku?” ucap Linda sambil melempar berkas itu ke Joon Ki (diiringi ost. “Love & War” Davichi).

”h..., kau menolak tawaran ku? Fikirkanlah...kau menyia-nyiakan kesempatan..., aku dapat menyewa yang lebih berpengalaman dari pada dirimu....”ucap Joon Ki dengan dingin lalu masuk ke dalam mobilnya,”aku memberimu waktu 3 hari....”ucapnya sebelum mobil itu melaju pergi.

”ugh.....,mengesalkan!!!”ucap Linda dan menatap sekeliling dengan perasaan jengkel,”apa yang kalian lihat hah....!! aku bukan badut untuk di tonton!!!”Linda kembali keruang club sambil bergumam jengkel.



Rindi duduk di bangku taman selesai adegan yang dia perankan sambil meminum colla. Hingga dia tersedak ketika Jong Hun datang dan duduk di sebelahnya.

”uhuk...uhuk...”ucap Rindi yang tersedak.

”kau tak apa?”tanyanya sambil menatap Rindi.

”ti...tidak....” ucap Rindi terbata.

Lama keduanya terdiam hingga Jong Hun bertanya,”mengapa kau ingin bermain film ini?”.

“apa? Aku..., hm...aku hanya ingin melakukan segalanya dengan kemampuanku sendiri..., aku ingin mengawali semuanya dengan kerja kerasku sendiri....” ucap Rindi sambil menerawang jauh,”kau sendiri? Bukankah kau dulu bersama....”.

“sama sepertimu aku ingin berjalan di atas kemampuanku sendiri tanpa di sangkut pautkan..., aku ingin mencoba kemampuanku....”ucapnya dengan tenang dan membuat Rindi tertegun.

“kau..., tak takut?”tanya Rindi kemudian.

”untuk?” tanya Jong Hun balik.

”kau bersamaku..., kau tak takut akan timbul gosip?”tanya Rindi sambil menatap ke arah para Fans Jong Hun yang berdiri di luar pembatas.

”memang kenapa? Aku harus terbatas karena fans? Ini hidupku..., aku bebas menentukan apa yang akan aku lakukan..., aku hanya akan memberikan yang terbaik untuk mereka lewat karyaku...”ucap Jong Hun tanpa perduli,”semua hanya semu..., mereka bisa hilang, kau akan memepertahankan dirimu sendiri pada akhirnya...”ucap Jong Hun lalu mulai beranjak,”aku harus kembali...” (diiringi ost_”G.O.O.D LOVE” By.MBLAQ)..

Rindi menatap punggung Jong Hun yang berjalan pergi meninggalkan dirinya dengan sejuta rencana.



”kau bisa pulang denganku....”ucap Hong Ki yang menghampiri Bella yang baru selesai berlatih basket.

”tidak usah..., aku bisa jalan sendiri...”tolak Bella dengan ketus.

”aku akan menemanimu...”Hong Ki dengan keras kepala menemani Bella sepanjang jalan itu mengoceh pebasket favoritnya hingga mengapa dia ingin belajar basket dengannya.

”aku tau kau akan bisa melatihku dengan baik....”kata Hong Ki dengan yakin.

” ish....arae(dasar), kau bodoh..., aku tak bisa mengajarimu..., aku bukan seperti pelatih yang kau sebutkan...”ucap Bella kali ini nadanya biasa tanpa penekanan.

”aku mengerti tapi sejak melihatmu bertanding musim panas lalu aku menyukai permainanmu...”ucap Hong Ki dengan jujur.

”hm..., kau benar-benar tak mengerti...”ucap Bella, sambil menatap pohon Mae menjulang dari tembok tinggi di sebelahnya,”aku bukan pemain yang baik kau tau...”

”aku mengerti..., kau tak perlu khawatir karna kita bisa sama-sama belajar untuk itu...”kata Hong Ki memberi pilihan dan membuat Bella terdiam.

”...”

”bagaimana?”tanya Hong Ki akan sikap diam Bella.

”h...”Bella mendesah pelan,”baiklah..., tapi aku tak ingin kau mengganggu konsentrasi belajarku...”ucap Bella bersyarat.

”Yes....!!! baiklah..., kita akan mulai latihan di saat kosong, sabtu dan minggu...”saran Hong Ki.

Bella berfikir lama,”setelah aku membantu ibuku...”sambungnya.

”siap..., baiklah...”dengan wajah cerah Hong Ki selalu mengekspresikan dirinya, dan membuat Bella sedikit tersenyum.



Dhicca termenung sambil menatap rangkaian bunga di depannya, sambil terus memikirkan siapa penyelamatnya. Tanpa di sadarinya Taemin datang dan menegur.

”kau tak apa? Atau kau masih sakit?”tanyanya sambil meletakkan pot bunga.

”tidak..., aku hanya sedang berfikir...”kata Dhicca menggeser tempat duduknya hingga Taemin duduk di sebelahnya.

”kau tau kau seperti lavender..., menyejukkan dan mengkhawatirkan...”ucap Taemin sambil mengambil setangkai lavender ungu.

”lavender? Aku rasa aku lebih rapuh dari pada Lavender....”ucap Dhicca.

”tidak sungguh...,aku rasa kau sedang memikirkan seseorang....”tebak Taemin dan membuat Dhicca tertunduk malu.

”kau bisa membaca fikiranku?”tanya Dhicca.

”tidak..., aku hanya menebak..., dan kurasa aku benar...”senyum Taemin.

”Taemin...., kau bisa memasang papan nama di depan?”tanya Ochy sambil memegang palu.

”baiklah aku akan ke sana....”jawab Taemin,”kau perlu Lavender....”tambahnya sebelum pergi menyusul Ochy.

”aku pulang....”ucap Linda dengan wajah sebal.

”selamat datang...., hei ada apa dengan wajahmu? Bagaimana club kita?”tanya Dhicca antusias.

“buruk dan menyebalkan...., kau tau aku bahkan menemukan sesuatu yang sangat sangat sangat membuatku muak....”Linda melemparkan sepatunya begitu saja dan masuk ke dalam rumah sambil terus mengomel.

“h....”desah nafas Dhicca.

Lonceng kecil di pintu masuk berbunyi ketika Dhicca menatap seseorang yang di kenalnya,”pak Guru....”pekik kecil Dhicca.

Laki-laki itu terus mendekat hingga di hadapan Dhicca yang terus terdiam.

“maaf...., kau mendengarku?”tanyanya pada Dhicca yang mematung.

“eh...e...selamat siang....”ucap Dhicca sambil menunduk hingga tak sengaja kepalanya membentur meja,”au...”rintih Dhicca.

“kau tak apa?”

Dhicca menggeleng sambil mengelus keningnya yang memerah,”pak guru mau membeli bunga?”tanya Dhicca keki.

Ji Hoon tersenyum,”ya aku ingin membeli buket mawar....”.

“wah..., pak guru romantis sekali...., untuk pacar bapak ya?”tanya Dhicca sambil memperlihatkan rangkaian contoh gambar buket bunga.

“aku ingin yang ini...., kau benar...aku akan melamar seseorang....”ucap Ji Hoon.

Kata-kata itu membuat Dhicca mematung(diiringi ost. Timeless by_SG WannaBe).

”yang ini berapa?...”tanya Ji Hoon namun Dhicca tak menjawab,”hei...”tegur Ji Hoon.

Dhicca terus tertegun dan terdiam. Pengakuan itu sungguh menyakitkan baginya. Hingga tak di sengaja Dhicca meneteskan air matanya.

“ada….a....” Linda terdiam dan segera menggantikan Dhicca yang berlari kedalam rumah.

“apa aku bersalah padanya ?” tanya Ji Hoon merasa bersalah.

“tidak mungkin Dhicca hanya lelah …, dia baru saja kembali dari rumah sakit…”Linda beralasan,”ada lagi?”

Ji Hoon mendesah pelan”tidak...itu saja....”.

”baik tolong tunggu sebentar....”ucap Linda sambil menunduk hormat kemudian masuk kedalam mengambil pesanan.

Ji Hoon terus terdiam sambil menatap sekeliling.

”ini sensanim(guru)” ucap Linda tiba-tiba.

“gomapta...(terimakasih)” kata Ji Hoon sambil membayar bucketnya.

”chon maneyo...kamsahamnida”ucap Linda sambil menunduk hormat memperhatikan Ji Hoon keluar dari tokonya.



TBC.....

CB_Hae Won ,,, di harapkan komen chingu sekalian ^^ kamsahamnida....

*** Ost. Penutup by_2PM ”I Was Crazy About You” ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar