FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Jumat, 12 Agustus 2011

[sinopsis] City Hunter episode 1

Genre : Romance
Episode : 20
Produksi : SBS, 25 Mei s/d 28 Juli 2011
Tayang : Rabu-Kamis, pk 21:55

Sutradara : Jin Hyuk
Screenwriter : Hwang Eun Kyung, Choi Soo Jin
Based on manga by Tsukasa Hojo

Cast :
Lee Min Ho as Lee Yoon Sung
Park Min Young as Kim Na Na
Lee Joon Hyuk as Kim Young Joo
Hwang Sun Hee as Jin Soo Hee
Goo Ha Ra as Choi Da Hye

Kim Sang Joong as Lee Jin Pyo
Chun Ho Jin as Choi Eung Chan
Kim Sang Ho as Bae Shik Joong
Park Sang Min as Park Moo Yul
Kim Mi Sook as Lee Kyung Hee
Lee Seung Hyung as Song Young Duk
Yang Jin Sung as Shin Eun Ah
Lee Kwang Soo as Go Ki Joon
Kim Byung Choon as Jang Woo Hyun
Shin Young Jin as Kim Mi Ok
Lee Hyo Jung as Lee Kyung Wan
Choi Jung Woo as Chun Jae Man
Choi Il Hwa as Kim Jong Shik
Choi Sang Hoon as Seo Yong Hak

Episode 1

Seorang wanita berjuang untuk melahirkan di Rumah Sakit. Detak jantung bayinya mulai melemah, dokter meminta wanita itu mendorong sekali lagi. Jika tidak keluar juga mereka akan siap operasi. Sepertinya ini ibu tokoh utama kita.

Kita loncat ke Birma, 9 Oktober 1983 (Ternyata peristiwa ini nyata, yaitu percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan Chun Doo Hwan. Membunuh 21 orang dan melukai 46 orang. cek Wikipedia untuk kisah lengkapnya.).
Percobaan pembunuhan ini dilakukan oleh Korea Utara.

Dua agen Korsel, Lee Jin Pyo dan Park Mu Yeol sedang menunggu rombongan Presiden Chun. Rencananya, Presiden akan meletakkan karangan bunga di Makam Pahlawan.

Sepertinya rombongan itu sedikit terlambat. Tidak lama rombongan mobil masuk ke dalam taman makam Pahlawan.

Sebuah tangan diperlihatkan menekan detonator dan BOOM!! Ada ledakan besar!
Dua agen Korsel itu selamat dan memeriksa keadaan sekitar. Banyak mayat bergelimpangan dan orang-orang yang terluka.

Bayi itu lahir. Selamat, kata dokter. Bayinya lelaki.

Berita pengeboman di Birma itu langsung menjadi head line di Korea Selatan.

Ini adalah berita penting. Presiden yang menghadiri pertemuan Aung Sang telah dibom. Dalam serangan itu seorang bodyguard dan 16 reporter terbunuh. 4 rakyat Birma meninggal dalam ledakan. Pencarian Presiden masih dilakukan setelah ledakan di Aung San.
Pemerintah Aung Sang, Birma sedang melakukan peringatan istimewa di Taman Makam Pahlawan. Kami ada dalam kondisi berduka.

Wanita yang mendengar berita itu langsung syok. Dia adalah istri Park Mu Yeol. Ayah kandung Lee Yoon Sung (Min Ho).

Korea Selatan berduka. Lima politisi penting Korsel langsung mengadakan pertemuan, wow..semua aktor paruhbaya keren muncul disini. Mereka jelas marah dengan apa yang terjadi.

Ini gila, hanya beberapa hari setelah pemimpin Soviet turun. Orang2 yang tertangkap adalah mereka yang direkrut untuk meletakkan bom. Bahkan Militer Korut mengakui kalau tim itu berasal dari agen mereka. Tugas mereka adalah membunuh Presiden.
Beraninya mereka! Mereka ingin perang. Ini memalukan bagi negara kita.
Lalu salah seorang tanya pada pemimpin, apa rencanamu?

Choi Eung Chan : Baiklah, kita akan menyerang juga. Apa kalian semua setuju?
Tiga langsung setuju, tapi satu politisi sepertinya kurang senang.

Choi menemui dua agen Korsel Lee Jin Pyo dan Park Mu Yeol. Choi berkata kalau teroris yang menyerang Aung San harus dihukum atas nama Korsel, meskipun Presiden tidak setuju. Tapi mereka harus membalasnya.
Choi : Di seluruh Korsel hanya ada 5 orang yang tahu mengenai ini.

Kedua agen tanya, apa rencananya?
Choi : Menyusup ke Pyongyang.

Rencananya, kedua agen itu harus memimpin pasukan untuk membunuh 30 Jenderal Korea Utara. Untuk membalas kematian puluhan pejabat Korea Selatan.

Mu Yeol mengunjungi istrinya, Kyung Hee. Mu yeol datang bersama Jin Pyo. Mu Yeol menggendong putranya untuk pertama kalinya.
Mu Yeol : Sayang, aku ayahmu. Kudengar kau tidak keluar dengan cepat. Ibumu harus kerja keras.

Jin Pyo memberikan bunga, kalian berdua sudah jadi orang tua. Dan memuji Kyung Hee, kau sudah kerja keras.
Mu Yeol : Hei! dia kakak iparmu.

Kyung hee berterima kasih karena mereka sudah kembali dengan selamat. Aku melihat berita, kau tidak tahu betapa cemasnya aku.
Jin Pyo : Jangan cemas, aku baik-baik saja.
Mu Yeol kesal, dasar gila! kenapa istriku harus mencemaskanmu?

Kyung Hee geli dan menghibur Jin Pyo, aku tahu kau sekuat suamiku. Jin Pyo mengeluh, aku benar2 patah hati. Aku harus menikah tahun ini.
Jin Pyo minta Mu yeol menjaga keluarganya. Jin Pyo harus pergi. Tapi Mu Yeol ingin ikut. Kita pergi bersama.

Mu Yeol minta maaf pada Kyung Hee karena dia harus pergi lagi. Kyung Hee kaget, kemana? Park Mu Yeol!
Mu Yeol janji akan segera kembali. Kyung Hee tanya, kapan? Mu Yeol tidak bisa menjawab, hanya berkata akan segera memberi nama putra mereka setelah dia pulang.
Kyung Hee : Bukan ke tempat berbahaya kan?

Mu Yeol : Jangan cemas. Aku akan segera kembali ke sisimu dan putra kita. (yang tidak pernah dia tepati)
Mu Yeol melepaskan tangan istrinya dan Kyung Hee terlihat enggan melepaskannya.

Mereka bersiap untuk menyusup ke Korut. Dua agen itu mengumpulkan pasukan. Ahli ledakan, sersan Lee Min Gu, Pengendali jarak jauh, Sersan Song Ho Yeol. Ahli IT Kopral Park Ji Gwon.
Mereka harus menyamar menjadi orang Korut dan membunuh pejabat tinggi Korut.

Choi datang. Semua menghormat. Choi Eung Chan memberikan semangat nasionalismu untuk mereka.
Choi : Kalian semua pantas menjadi pemimpin. Secepat mungkin, temukan identitas mata-mata yang dikirim oleh Korut. Aku bangga pada kalian. Kalian melakukan ini demi ibu pertiwi. aku Choi Eung Chan, tidak akan peduli apa yang terjadi. Meskipun kalian mempertaruhkan nyawa kalian, kalian harus memastikan kalau kalian akan menyelesaikan tugas secara baik dan kembali dengan selamat.

Mereka harus berkumpul di Pelabuhan Nampo dan Choi janji akan mengirim kapal selam untuk membawa mereka kembali.

Pyongyang

Pasukan itu berhasil menyusup dan mulai melakukan pembunuhan. Mereka bergegas ke pantai menunggu kapal.
Meskipun Moo yeol tertikam tapi Jin Pyo berhasil membunuh orang itu dan menyelamatkan Moo Yeol.

Seoul

Choi Eung Chan gelisah, Presiden Chun tidak menyetujui misi ini, jadi tidak akan mengirim pasukan pendukung.

Choi bingung, lalu apa yang terjadi dengan orang2 yang kita kirim?
Rekan2 Choi mengusulkan untuk menghabisi mereka. Choi tidak setuju, kita sudah mengirim kapal selam ke Pelabuhan Nampo. Choi ingin menemui Presiden.

Mereka menahan Choi, jika mereka melakukan kekerasan, itu akan membuat suasana semenanjung Korea semakin tegang. Apalagi Korsel harus memenuhi perjanjian pertahanan keamanan tiga negara, bersama Jepang dan Amerika. Amerika sangat keras dalam hal ini.

Choi marah, orang2 yang kita kirim, apa kita akan membiarkan mereka dibunuh oleh orang2 Korut?
Semua membujuk Choi. Jadi intinya tim yang dikirim akan dibiarkan terbunuh untuk melenyapkan bukti. (mirip wo sh shei-nya Jackie Chan)

Choi marah, kalian semua mudah sekali melupakan yang terjadi. Apa kalian bisa jujur? kalian semua takut tanggung jawab dan jangan bilang kalian memintaku untuk mengorbankan nyawa 21 orang lagi?!
Semua ingin menghabisi tim itu untuk menyembunyikan misi ini dari orang-orang.

Nampo,
Kapal selam tiba, tim yang menunggu di pantai mulai berenang ke arah kapal selam. Tim pertama memanjat naik. Tapi mereka mulai ditembaki oleh sniper misterius. Tidak kecuali Park Mu Yeol dan Lee Jin Pyo.
Jin Pyo kaget, kenapa? kenapa? kita ada di pihak yang sama!!! Mu Yeol sempat berpandangan mata dengan sniper-nya.

Mu Yeol menjadikan dirinya tameng dan menyelamatkan nyawa Jin Pyo.
Mu Yeol mendorong Ji Pyo semakin dalam menyelam ke dasar laut. Membiarkan dirinya ditembaki. Jin Pyo panik, Mu yeol! Mu Yeol!

Kapal Selam itu meninggalkan mereka. Jin Pyo muncul di permukaan dan jelas melihat kapal itu kembali ke laut Korea Selatan. Sementara mayat-mayat tentara Korea Selatan dibiarkan terapung di laut Korea Utara. Harus diakui ini benar2 menyakitkan.

Mu yeol : Aku sudah ditikam, aku tidak akan bertahan. Kau harus hidup, Aku titip Kyung hee dan putraku. Kau harus tetap hidup dan menjaga mereka untuk aku.
Jin Pyo menangis, Mu yeol..Mu Yeol!!
Mu Yeol : Aku menyayangimu, temanku.
Mu Yeol menghembuskan nafas terakhirnya.

Jin Pyo menangis dan melepaskan mayat Mu Yeol yang tenggelam perlahan ke dasar laut dengan penghormatan terakhir. Wow..ini benar2 perpaduan Titanic dengan Bad Guy. You have to watch it guys, so heartbreaking.

Jin Pyo murka! Dia berenang kembali ke pantai Korsel.

Choi Eung Chan mendapat informasi kalau tim yang dikirim sudah mati semua. Semua dokumen juga sudah dilenyapkan. Semua minta Choi merahasiakan misi ini hanya diantara mereka berlima saja. Semua mengerti dan pergi meninggalkan Choi.

Choi sendirian dan tiba-tiba sebuah pisau mengancam lehernya. Lee Jin Pyo muncul di belakang Choi! Keren…cepat sekali dia!

Jin Pyo : Aku melihat bunga mugung/ mugunghwa dimana-mana (bunga nasional Korsel), jika kau menciumnya terus, aromanya akan jadi busuk. Sepertinya kau punya sedikit kesadaran. Kau juga punya nyali untuk menyimpan tag-name mereka? (tag nama yang biasa dimiliki anggota militer)
Apa kau pikir kau bisa hidup tenang? Aku sudah datang untuk mengambilnya.

Choi : Aku minta maaf. Kami benar2 tidak punya pilihan lain. Aku minta maaf.
Jin Pyo murka : 20! di depan mataku, rekan-rekanku ditembaki sampai mati. Tidak mudah melawan musuh. Aku pikir kalian datang menyelamatkan kami.

Choi minta maaf, semua ini demi perjanjian tiga negara. Kami memilih keselamatan diri sendiri dibanding ke-21 pasukan kami. Kami mendasarkan keputusan dengan pengaruh dari Amerika. Mereka bisa menggunakan senjata nuklir untuk melindungi kami. Ini untuk membangun kerjasama antara Korsel dengan sekutu yang lebih kuat, mereka akan jadi aset jika kita bisa menggunakan kekuatan militer sekutu kita untuk mendukung kita.

Jin Pyo : Kau melakukan ini demi mendapat kekuasaan yang lebih besar, iya kan?
Kau tahu, kami mungkin bisa menyerahkan nyawa kami untuk negara. Tapi jelas, kami tidak akan mengorbankan nyawa demi pejabat. Kupikir kalian akan mendukung kami dalam misi kami. Kau beruntung. Kau hanya duduk disini sementara kau memerintah yang lain dan kami mengorbankan nyawa kami.
Apa yang akan kau lakukan sekarang untuk semua nyawa yang sudah hilang?!

Choi : Bunuh saja aku.

Ada ketukan di pintu. Kepala Departemen? Apa kau didalam?
Jin Pyo menyelinap pergi lewat jendela. Staf Choi heran anginnya keras, kenapa jendelanya terbuka?

Choi berkata dia merasa sedikit sumpek. Lalu ia menemukan pesan dengan pisau tertancap di mejanya : 20 orang dikhianati oleh negaranya sendiri. Aku pasti akan mengambilnya kembali”.

Jin Pyo pergi ke rumah sahabatnya, Mu Yeol. Ia mengamati Kyung Hee. Anjing mereka menggonggong dan Kyung Hee melihatnya. Jin Pyo segera mengambil bayi Kyung Hee.

Kyung Hee kembali dan bayinya sudah hilang. Hanya ada surat, Mu yeol sudah mati. Aku akan mengambil anak ini dan membesarkannya. Tanpa anak ini, kau akan bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri. Mulailah dari awal lagi. Kau harus bahagia.
Kyung Hee panik dan lari mencari bayinya, anakku..anakku, tapi tidak ada jejak Jin Pyo dimanapun.

Jin Pyo membawa bayi itu pergi meninggalkan Korea dengan perahu motor.
Bayi itu menangis terus dan seorang wanita membantu Jin Pyo menenangkannya.

Jin Pyo mengamati foto mereka ber-empat, Mu Yeol, Kyung Hee, Choi Eung Chan dan dirinya. Ia bersumpah : Mu Yeol, aku ambil anak ini dan akan aku akan memberinya nama. Bukan sebagai Park Lee, tapi namanya Lee Yoon Sung. Aku akan membawanya. Ini adalah salah satu pembalasan dendam paling kejam, karena itulah alasan aku hidup.

10 tahun kemudian. Lokasi : Sebelah Utara segitiga emas, Asia Tenggara. Thailand

Jin Pyo menjelma jadi bos mafia obat bius. Jin Pyo dengan gajahnya melihat anak buahnya menjual obat bius ke Korea.
Dengan dingin JinPyo berkata : Aku sudah bilang kau bisa menjual ke mana saja selain Korea Selatan.
Jin pyo langsung mengeksekusi pria itu.

Yoon Sung kecil belajar menembak dan dia dengan bangga berkata ke Jin Pyo, ayah! Ayah, keahlianku menembak sudah semakin bagus, iya kan?
Jin Pyo mengajar Yoon Sung dengan keras, ia menunjuk, kepala, leher, dada! Jika tidak maka kau yang akan mati.

Anak buah Jin pyo mendekat dan berkata kalau sebagian besar anak tidak mengenai sasaran. Yoon Sung ini benar2 bagus. Jin Pyo tidak tergerak, dia menyuruh anak buahnya membawa Yoon Sung latihan bela diri.

Yoon Sung latihan bela diri, dia sudah kerja keras, tapi Jin Pyo hanya teriak, apa hanya seperti itu saja? Lakukan dengan benar!

Malamnya, Yoon Sung pulang dan dia membuka laci ayahnya. Di dalam, ada foto Jin Pyo, Mu Yeol, Kyung Hee dan bahkan Choi Eung Chan.
Jin Pyo marah, apa yang kau lakukan? berikan padaku.

Yoon Sung : Apa ini…ibu? ibuku? pasti menyenangkan kalau aku punya ibu seperti Muong Surin. Kenapa aku tidak punya ibu?
Yoon Sung memohon untuk melihat foto itu lagi.

Jin Pyo berkata kalau ibu Yoon Sung sudah meninggal. Lalu merobek foto itu. Yoon Sung lari ke hutan sambil menangis sedih.

Yoon Sung melihat seorang ibu (wanita yang menggendongnya ketika bayi di perahu) bersama anaknya. Wanita itu tampak baik hati, dia meminta Yoon Sung datang, Poo Chai, ayo kesini.
Yoon Sung mendekat dan berbaring di pangkuan wanita itu. Kasihan anak ini.

Yoon Sung menghabiskan waktunya untuk main dengan gajahnya di sungai, ia duduk di punggung gajah.

Lalu waktu berlalu dan dia tumbuh jadi Lee Min ho hahaha…

Di perkampungan Jin Pyo terjadi ledakan dan dia mendengar dari radio kalau seekor monyet sudah menginjak ranjau, Jin Pyo teriak, Poo Chai!!! itu nama panggilan Yoon Sung di Thailand.
Jin Pyo teriak2 mencari Poo Chai, dan dia kesal sekali karena tidak menemukan anaknya itu.

Poo Chai kita sedang pesiar bersama teman-temannya, mereka naik perahu dan melihat-lihat desa. Sempat mencuri buah, dan menikmati pemandangan.

Yoon Sung tiba2 mendengar teriakan dalam bahasa Korea dan dia ingin tahu. Yoon Sung melihat seorang paman yang terancam dipotong jarinya di lokasi perjudian pinggir kampung.

Yoon Sung melemparkan apel ke arah preman kampung itu. (Oh jadi ingat Moon Jae Shin) keren…tepat sasaran.
Preman itu marah, apalagi Yoon Sung tersenyum pada mereka. Yoon Sung tidak berhenti, tapi melemparkan apel lain ke wajah bos mereka.

Yoon Sung segera berurusan dengan preman2 itu, lalu mendekati paman Korea itu, Ajussi! Kau orang Korea kan?
Paman itu ketakutan, ya.

Yoon Sung : Itu hebat! Kau adalah orang Korea pertama yang kulihat.
Paman itu kaget, kau, kau kau..juga orang Korea?

Yoon Sung segera mengajak paman itu lari. Keduanya lari melalui pasar, termasuk menabrak penjual ular phiton, ini mungkin untuk membuktikan kalau Lee Min ho tidak takut memegang ular haha..Mereka lari dengan merampas perahu.
Paman itu tanya, kita mau kemana?

Yoon Sung membawa paman itu ke rumah ayahnya. Jin Pyo tentu saja murka dan menampar Yoon Sung. Kau meninggalkan perkampungan lagi. Apa yang akan kita lakukan jika kau tanpa sengaja menginjak ladang ranjau? Dan juga, meskipun kau membantu seseorang, membawa orang luar masuk perkampungan ini benar2 terlarang. Kau tahu itu, iya kan?

Yoon Sung : Nyawanya terancam, bagaimana aku bisa meninggalkannya sendiri? Lagipula, dia orang Korea Selatan!
Jin Pyo : Aku tidak peduli meskipun nyawanya dalam bahaya. Jika dia bisa lolos dari sana, dia harus mati disini! Dia harus mati sekarang.

Paman itu ketakutan. Jin Pyo dengan bengis tanya, kau! Apa yang bisa kau lakukan?
Paman itu langsung menjawab : Nasi! aku bisa masak. Aku koki di kapal.

Pria itu lalu mengeluarkan keahliannya. Dia masak masakan Korea dan menyajikan untuk Yoon Sung dan Jin Pyo. Yoon Sung makan dengan lahap, ini hebat! enak sekali.
Nama pria itu Bae Shik Joong. Bukan Joong serangga tapi dari kata berat.
Yoon Sung : Makanan dan berat.

Jin Pyo : Bae Shik Joong
Shik Joong : Ya?
Jin Pyo : Saat kau melarikan diri dari sini, itu adalah saat kau mati.
Shik Joong berterima kasih. Jin Pyo pergi.

Shik Joong ingin tahu siapa dia. Yoon Sung berkata kalau dia adalah ayahnya. Sedangkan nama Koreanya adalah Lee Yoon Sung.

Yoon Sung menarik foto dari kantung Shik Joong, siapa ini? Apa ini putri Paman?
Shik Joong : Dia cantik, iya kan? sepertinya dia tipe gadis yang cocok untukmu.
Yoon Sung : Siapa namanya?
Shik Joong : Kim Nana (Park Min Young)

Yoon Sung heran, kenapa nama keluarganya berbeda, berarti dia bukan putrimu.

Yoon Sung menunjukkan perkampungan itu pada Shik Joong. Shik Joong heran melihat cara tidur Jin Pyo, yang duduk dengan senjata siap di tangan. Bagaimana dia bisa tidur seperti itu?
Yoon Sung menunjukkan kemampuannya menembak. Shik Joong ingin mencoba tapi Yoon Sung berkata kalau semua harus minta ijin ayahnya dulu.

Anak buah Jin Pyo datang bersama wanita yang selalu baik pada Yoon Sung. Jin Pyo berkata apa Yoon Sung tahu kalau suami Muong Surin mencuri obat bius lalu melarikan diri?
Jin pyo mengikat Muong di dekat target latihan Yoon Sung, tembak yang benar, kalau tidak Muong Surin yang akan mati.

Yoon Sung : Ini bukan salah Muong Surin!
Jin Pyo : Aku hukum disini! Hukumku adalah memberikan pengkhianat apa yang pantas mereka terima.

Yoon Sung : Kau bisa mencoba memaafkan mereka, Ayah.
Yoon Sung memohon, baik, aku akan menembak. Tapi jika aku bisa menembak semua target, aku minta kau memaafkan dia.
Jin Pyo setuju.

Yoon Sung menembak semua target dengan tepat. Lalu melempar pistolnya dengan marah.

Yoon Sung tiduran dan memandang foto Kim Nana. Yoon sung bicara dengan foto Nana, mengarahkan senjata pada orang yang kau sayangi, apa itu masuk akal? Aku muak dengan hukum yang tidak beralasan.
Yoon Sung ngomel, kau tinggal di Seoul, dan hidup dengan bahagia.

Beberapa orang menyusup ke perkampungan itu dan melihat Yoon Sung tiduran. Mereka preman yang dipermalukan Yoon Sung saat di pasar, mereka ingin menembak Yoon Sung.
Yoon Sung tidak tinggal diam, dia langsung berciat-ciat ria, masih sempat menyelamatkan Bae Shik Joong.

Yoon Sung sempat pura2 mati, menunggu preman itu mendekat. Saat mereka mendekat, Yoon Sung langsung meloncat bangun dan melawan mereka.
Muong keluar karena mencemaskan Yoon Sung, sayang dia justru tertembak oleh preman itu. Yoon Sung syok, Muong Surin!

Yoon Sung mendekati Muong, dia tidak memikirkan keselamatannya, Muong Surin, bangun! buka matamu! kumohon buka matamu…
Yoon Sung hampir tertembak, kalau saja Jin Pyo tidak datang tepat waktu dan menembak preman itu.

Yoon Sung murka, aku akan membunuh mereka semua!! Yoon Sung lari mengejar tiga penjahat yang lolos. Jin Pyo teriak, nak! jangan pergi sendiri!! Berhenti bertindak sembrono!

Yoon Sung tidak melihat jalan, dia mendengar bunyi klik, dan Yoon Sung membeku. Dia sudah menginjak ranjau!
Tiga bandit itu hampir menghabisi Yoon Sung, karena Yoon Sung sudah kehabisan peluru dan tidak bisa bergerak. Untung Ayahnya datang dan membereskan kekacauan.

Sekarang, Lee Jin Pyo harus menyelamatkan Yoon Sung dari ranjau. Ayah!
Jin Pyo mencari sesuatu yang bisa menggantikan bobot Yoon Sung. Keduanya tegang. Jin Pyo memberi tanda dan dia segera menerjang Yoon Sung.

Ranjaunya meledak mengenai kaki kanan Jin Pyo. Sekarang Jin Pyo kehilangan kaki kanannya. Oh ini mengerikan.

Yoon Sung teriak, ayah! ayah kau tidak boleh mati! Ayah kumohon! Yoon Sung menggendong Jin Pyo pergi.
Yoon Sung mencari bantuan dokter.

Jin Pyo : Anakku..satu kaki sebagai ganti nyawamu bukan masalah.

Dokter berkata kalau Jin Pyo sudah mendapat anestesi tapi masih ada serpihan ranjau di tubuhnya dan lukanya sudah dijahit, sayang dia kehilangan banyak darah.

Jin Pyo minta pisau. Yoon Sung heran, pisau?
Jin Pyo berkata kalau di bahu kirinya ada luka tembak. Potong disana.
Yoon Sung : Ayah..
Jin Pyo : Cepat! Ada peluru di dalamnya.

Yoon Sung menemukan peluru itu.

Jin Pyo minta Yoon Sung mendengar ceritanya, ini cerita tentang ayah kandungmu. Yoon Sung kaget, apa maksudmu ayah kandungku?

Jin Pyo : 17 th lalu, ada 20 nyawa yang dikhianati oleh Tanah Air. Saat itu, ayahmu terluka dalam pertempuran. Demi menyelamatkanku, melindungiku, dia membiarkan dirinya tertembak. Pelurunya..setelah menembus jantung ayahmu, pelurunya tertancap di pundakku.

Alasan kenapa aku hidup sampai sekarang, karena ayahmu menyelamatkanku dan mati demi aku. Dan juga demi membalas mereka semua. Yoon Sung, kau harus hidup demi ayahmu. Berikan peluru itu ke jantung musuhnya dan musuhku.

Yoon Sung : Jadi itu alasan mengapa kau melatih aku dengan kejam, untuk balas dendam, iya kan?

Jin Pyo mulai kehilangan kesadaran. Jin pyo ingat Mu Yeol, Kyung Hee. Ia minta maaf, aku sudah mencoba yang terbaik..Yoon Sung minta dokter menolong ayahnya.

Yoon Sung mengamati foto ibunya yang direkatkan kembali.
Yoon Sung menemui Jin pyo : Siapa yang membunuh ayah kandungku?
Jin Pyo : Ada 5 orang.

Yoon Sung : Maka 5 orang itu akan dibunuh. Ayah, kau dan aku. Apa kita bisa memulai lagi dari awal di tempat yang tidak diketahui orang dan hidup bahagia? Ada satu pertanyaan terakhir, ibuku..apa dia masih hidup?
Jin Pyo : Dia masih hidup.

Yoon Sung menemui Shik Joong, ia bersumpah : Aku ingin berubah, ini adalah takdirku.

7 tahun kemudian, Republik Korea Selatan
(Usia Yoon Sung : 10+7+7 = 24 th)

Lee Yoon Sung, tiba di Incheon International Airport. wee…looking good hahaha tidak ada yang kelihatan keren pakai celana pink kecuali Lee Min Ho memang.

Yoon Sung masuk ke mobil yang menjemputnya. Dia menerima telp, dari Jin Pyo.
Jin Pyo : Sepertinya kau baru saja tiba.
Yoon Sung : Ya, aku baru tiba.

Jin Pyo : Orang pertama yang harus kau cari dari 5 orang itu adalah Tuan Lee Kyung Wan. Sekarang lupakan kehidupanmu di Amerika, tapi kau tidak boleh melupakan kematian ayahmu.
Yoon Sung : Ya.
(Hanya Lee Min ho yang bisa pakai celana pink dan tetap kelihatan sebagai pembunuh berbahaya hahahaha)

Yoon Sung minta sopir menghentikan mobil. Di depan jembatan Kwang Ha. Di depan patung Yi Sun Shin.Yoon Sung keluar dan “merasakan” negerinya dengan latar belakang suara Jin Pyo

“Jangan jatuh cinta dengan siapapun. Jika identitasmu diketahui, orang disekitarmu akan bersimbah darah.”

Yoon Sung memejamkan mata dan tidak jauh dari situ, Kim Nana berdiri membagikan tisue…

Destiny apa yang menunggu mereka….

Notes :

Yuna baru nonton ep. 1 ,, huhu abang lee min ho kasiaaannn bget ya ... berat perjalanan tapi actingnya TOP bgt


credit+ source: http://www.kabar-terkini.info/2011/05/city-hunter-episode-1.html
share: KBPKfamily
cop: Yuna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar