FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Kamis, 11 Agustus 2011

FF SPESIAL TO BIRTHDAY G-DRAGON BIGBANG ~ Dragon Emperor’s Love

Berdasarkan sayembara fun fiction atas Miladnya G-Dragon (Kwon Ji Young) cerita ini saya buat berdasarkan khayalan yang nge-Komik (ngomik) banget. Semoga berkenan di hati Fun Fiction Reader semuanya ^_^


Tokoh wajib
G-Dragon (Kwon Ji Young)
Lee Na
Kim Hyun Joong

Tokoh tambahan
Park Shin Hye ( yang dalam cerita ini berperan sebagai adik perempuan G-Dragon. Jadi namanya berubah menjadi Kwon Shin Hye)

Tokoh fiktif
Shin
Nenek Kwon (Neneknya GD & Shin Hye)

Dragon Emperor’s Love
(True love Story versi Ai-Chan)
EMAIL. SARY MAZWAR

Binyeodengan kepala naga yang terbuat dari emas itu di genggam Kwon ji Young kuat-kuat.Neneknya yang belum lama meninggalkan Ji Young bersama adiknya di dunia ini memberikan benda itu kepada Ji young sebelum ajalnya menjelang.Binyeoyang di hiasi mutiara dan beberapa permata berbentuk bunga sakura itu tidak hanya sendiri. Sebuah Jeogori berwarnya merah muda dan Chima hijau yang terbuat dari sutra menemani Ji Young termenung di kamarnya.
“Jaga baik-baik benda ini, Suatu saat nanti akanada yang menjemputnya”
Kata-kata Neneknya pada saat itu masih sangat membayangi batin Ji Young dengan jelas.Ada yang menjemputnya?Siapa?Jeogori merah muda itu membuat Ji Young berfikir bahwa semua ini adalah benda pusaka.Meskipun telah tua, Sulaman Naga dari benang perak pada jeogori masih sangat rapi dan utuh.Tapi sejak kapan keluarganya menjadi penjaga barang antik seperti ini?Lalu mengapa Neneknya tidak mewariskan barang-barang seperti ini kepada adiknya yang seorang perempuan?
“Halmoni, kenapa kau hanya mewariskan kebingungan padaku?”Ji Young menggerutu sambil memandangi bulan penuhdari jendela kamarnya di lantai dua.Warna bulan kali ini terlihat kebiru-biruan.seandainya dia memegang sebuah permata dan menyinarinya dengan cahaya bulan, pasti permata itu akan memantulkan cahaya yang sangat indah.Tiba-tiba Kwon Ji Young teringat pada Binyeo itu, bukankah ada permata disana?Dirinya memandang Binyeo berwarna emas yang ada di genggamanya dan menganggkatnya tinggi-tinggi membelakangi bulan.
Benar dugaanku, kau terlihat indah.Bisik Ji Youngpelan.
Tapi pesona itu kemudian berubah menjadi getaran yang sangat kuat dalam genggaman Ji Young yang membuat dirinya tidak sanggup menahanya dan melepaskan Binyeo itu hingga terjatuh kelantai.Seketika itulah Ji Young melihat pendaran cahaya biru terang yang sangat menyilaukan memenuhi kamarnya. Ji Young hanya mampu menutup matanya dan mengangkat kedua tangan kedepan wajahnya, seolah-olah memejamkan mata saja tidak akan cukup. Pendaran cahaya perlahan mulai berkurang dan Ji Young melihat seseorang membelakangi jendela kamarnya.Seorang wanita berkulit putih, seputih salju dengan pipi yang kemerahan memancarkan cahaya kebaikan dan kebahagiaan.Ji Young tertegun lama.
“Yang mulia?” Katanya, kemudian wanita itu bersujud dihadapanya dengan jari jemari yang saling bertumpuk di depan wajahnya. “Semoga yang mulia panjang umur!”

QQQ

Kwon Shin Hye baru saja pulang dari pesta ulang tahun temannya saat melihat sebuah cahaya menyilaukan menembus kamar kakaknya.Cahaya kebiruan itu membuat Shin Hye mematung sesaat, tapi kemudian segera masuk kerumah dalam keadaan setengah berlari dengan berbagai fikiran yang menyerang kepalanya.Apa yang sedang Ji Young lakukan? Apakah itu ledakan nuklir?Tapi bagaimana mungkin bisa ada nuklir di rumahnya?
“Oppa!” Shin Hye berseru saat membuka pintu kamar kakaknya. Dan dirinya hanya bisa tertengun melihat seorang wanita menyembah Kwon Ji Young dalam keadaan tanpa busana. Meskipun saat itu Shin Hye sama sekali tidak bisa menangkap aura negatif dari wanita itu, tapi tetap saja fikiranya menyangka bahwa kakaknya telah melakukan hal yang tidak-tidak.
Kwon Shin Hye melangkahkan kaki kekamar kakaknya dan menyambar selimut yang berada diatas tempat tidur lalu secepat kilat menyelimuti wanita itu.Ia lalu memandang Kwon Ji Young dengan pandangan sinis berpadu tak menyangka.
“Oppa, apa yang kau lakukan padanya?” Shin Hye mencoba menggiring wanita itu untuk berdiri.Dari tubuhnya menyeruak bau wangi yang menenangkan.
Wanita itu hanya memandangi Shin Hye heran, Tapi dari mulutnya segera keluar ucapan lembut berisi pembelaan. “Jangan salahkan Yang Mulia, Hamba yang bersalah”
Yang Mulia? Fikir Shin Hye, sejak kapan Kwon Ji Young menjadi Raja? Ya, tentu saja Kwon Ji Young adalah Raja bagi para fansnya, lalu apakah gadis ini juga fansnya? Tapi seperti inikah seorang fans yang menghambakan diri kepada idolanya? Shin Hye tidak habis fikir atas semua yang di temuinya malam ini. Ia memegangi kepalanya yang terasa mulai pusing.Apakah dirinya sedang mabuk?Dia bahkan tidak menyentuh alkohol setetespun.Apakah teman-temanya tadi sudah memasukkan sesuatu di dalamSmootish nya?

QQQ

“Bagaimanapun aku adalah titisan dari Kashim Noh.”Seorang pria dengan perawakan tinggi memutar kursi kerjanya sehingga membuat rambut coklatnya berkibas dan memperlihatkan wajah tampanya sejenak. Tapi rambut itu kembali keposisinya semula dengan segera dan menutupi sebagian wajahnya.
Kim Hyun Joong, Matanya yang tajam memandang kepada tangan kanannya yang berdiri dengan patuh dihadapanya.Shin dengan kaca mata hitamnya masih menyimak perkataan tuanya dengan serius.
“Dan bagaimanapun, aku bertanggung jawab untuk membangunkan Selir Lee kembali dari tidurnya yang panjang.”Hyun Joong menyambung ucapanya.“Lalu apakah kau sudah menemukan petunjuk tetang gadis kecil yang kutitipiBinyeo itu sebelum aku mati dimasa lalu? Ah, tidak. Tentu dia sekarang bukanlah gadis kecil lagi, Mungkin anak itu sudah berubah menjadi wanita yang sangat tua.”
Shin mengangguk tegas sebelum memulai ucapanya. “Wanita itu sudah memiliki empat generasi.Yang hidup pada hari ini hanya tinggal generasi keempatnya, cucu dari anak perempuan tertuanya yang baru meninggal sekitar sebulan yang lalu!” Jawab Shin. “Kami menemukan rumahnya di wilayah Jongno, Kedua bersaudara itu hanya tinggal berdua di rumah peninggalan orang tuanya,”
Kim Hyun Joongtersenyum puas.Tapi tentu saja hatinya bersorak.Dirinya sudah sangat lama sekali mencari keluarga itu.Keluargayang menjagaBinyeo yan merupakan jelmaan kekasihnya selama berpuluh tahun.Mungkin terhitung sepuluh tahunHyun Joong mencari-cari keluarga itu semenjak dirinya menyadari bahwa dia adalah titisan dari Kashim Noh, saat dia mengetahui bahwa mantra yang terucap dari mulutnya bisa mengubah kucing milik ibunya menjadi sebuah gelang perak.

QQQ

Kwon Shin Hye tengah terduduk lesu di ruang makan.Dia memandangi kakaknya yang juga duduk dihadapanya. Semalaman kedua kakak beradik itu sama sekali tidak bisa tidur menyadari keberadaan seorang wanita yang muncul secara gaib dirumah mereka.Wanita itu mengaku bernama Lee Na, seorang putri pejabat dari Namwon yang seharusnya menjadi selir Raja.Sesuatu yang sangat sulit di percaya pada zaman modern seperti sekarang.
“Bagaimana mungkin dia memanggilmu yang mulia?”Tanya Shin Hye pada Ji Young.
Kwon Ji Young kemudian menegakkan kepalanya menatap adiknya dengan pandangan yang sama herannya. “Apakah wajahku mirip Raja pada dinasti Joseon dulu?Bagaimana bila ternyata aku adalah titisan Raja?”
Shin Hye sontak mengeluarkan tawa yang di buat-buat. “Yah!Oppa! Bagaimana mungkin kau adalah titisan Rajasedangkan ibu tidak memiliki firasat apa-apa saat kau lahir.Kalau kau adalah titisanRaja maka aku adalah titisan Chu’n Hyang.Bukankah aku lahir pada saat hujan pertama setelah terjadi kemarau panjang?Bahkan ibu pernah bilang bahwa sepanjang hari kelahiraku tubuhku memancarkan aroma wangi!”
“Apakah Chu’n Hyang juga lahir di akhir musim kemarau sepertimu?Sok tau!”Ji Young bersungut kesal.
“Kalau bukan Chu’n Hyang, bagaimana dengan Dae Jang Geum?”
“Tapi bukankah Rajadilambangkan dengan naga.Bagaimana dengan namaku?Young bukankah berarti naga?”Ji Young melanjutkan praduganya. Dia sama sekali tidak memperhatikan ucapan adiknya tentang para wanita-wanita sejarah barusan.
“Oppa, di dunia ini yang menggunakan nama Young bukan cuma dirimu.”
Ji Young mendengus keras-keras.Bisa-bisanya hatinya dipatahkan oleh adiknya sendiri. Padahal seharusnya ia bisa berbangga diri jika benar dirinya adalah titisan sang Raja. Maka julukanya sebagai G-Dragon sama sekali bukan julukan yang main-main.
Langkah-langkah kaki yang bertahap menuruni tangga terdengas semakin jelas mendekati mereka.Kedua bersaudara itu segera memandang kearah suara dimana Lee Na sudah semakin mendekati mereka dengan mengenakanHanbok yang Ji Young yakin adalah milik wanita itu. Pakaian itulah yang menemani Binyeo berkepala naga saat sang Nenek memberikanya kepada Ji Young sebelum kematianya. Lee Na benar-benar tampak seperti bangsawan sungguhan.
Tunggu dulu, dia memang bangsawan kan?Gumam Ji Young dalam hati.
Kepala Lee Na memandang berkeliling, mungkin ini rumah modern pertama yang di lihatnya setelah terbangun dari tidur yang panjang.Jemarinya yang lancip menyentuh diding ber-cat ungu dengan mata berbinar.Tapi begitu matanya dan mata Ji Young bertemu pandang, wajah Lee Na langsung tertunduk.Dengan anggun Lee Na mengangkat Chima-nya dan memperlihatkan kaki-kakinya yang bergerak cepat menyongsong Ji Young.Dia menyembah lagi membuat Ji Young dan Shin Hye saling berpandangan.Dari mulutnya keluar kata-kata permohonan ampun yang bertubi-tubi tentang segala kesalahanya dimasa lalu.
“Omo!benarkah kau menganggap Oppa ku sebagai Raja?” Shin Hye bertanya dengan suara pelan.
Lee Na mengangguk.“Meskipun yang mulia sedang tidak memakai pakaian kerajaan, saya sangat mengenalnya!”
“Tapi aku bukan Raja. Aku Kwon Ji Young!” Kata Ji Young. Dia berusaha berbicara sesopan mungkin meskipun Ji Young belum tau persis bagaimana caranya berbicara dengan orang-orang kerajaan.
“Yang Mulia jangan berkata seperti itu.Hamba tau kalau hamba adalah wanita yang tidak tau diri.Hamba siap mati bila yang mulia menghendaki, tapi hamba mohon, pertemukan hamba dengan Kashim Noh sebelum eksekusi.Yang Mulia tau bahwa hamba sangat mencintainya, bahkan hamba rela meninggalkan hidup dalam gelimang harta demi bersamanya di sepanjang hayat hamba.Yang Mulia, Hamba mohon pertemukan hamba denganya dan setelah itu hamba berjanji akan mengeksekusi diri hamba sendiri, Hamba mohon!”Suara Lee Na terdengar semakin mengecil.Ia terisak dan pipinya mulai dibasahi oleh air mata.Wanita ini tentu tidak setegar Shin Hye yang sanggup berkelahi dengan laki-laki bila harga dirinya di injak-injak.Tentu saja Lee Na tidak dididik seperti Kwon Shin Hye di didik, dia dididik sebagai bangsawan yang lemah lembut dan penuh kasih.
Lagi-lagi Ji Young dan Shin Hye saling pandang.Aura penuh kebahagiaan yang dirasakanya saat pertama kali bertemu dengan wanita ini sekarang berubah menjadi sangat suram.
“Tapi bagaimana cara kita mempertemukanya?” Shin Hye berbisik ke telinga kakaknya. “Kalau wanita ini adalah wanita pada zaman klasik, bisa jadi Kasim itu sudah jadi kakek-kakek atau mungkin sudah mati?”
Mata Ji Young melotot.Mati?Bagaimana bila itu benar?Lee Na bisa bersedih sepanjang hayatnya, Ji Young bergindik “Tapi bukankah ada kemungkinan kalau dia masih hidup? Masih banyak orang yang usianya lebih dari seratus tahun dan mengaku terlahir di zaman kerajaan!Jika memang orang itu sudah tidak ada di dunia ini, kita bisa mencari makamnya!”
“Bisa, tentu saja.Tapi wanita inijuga bisa menyalahkanmu karena dia mengira kau membunuh kekasihnya!”Jawab Shin Hye dengan nada suara penuh kekejaman.
“Yang Mulia, Hamba mohon!” Lee Na bersuara lagi, wajahnya yang menatap Ji Youngitu menyiratkan tanda tanyatentang aksi bisik-bisik Kwon Shin Hye dan kakaknya.
“Umm...Begini Selir Lee, kita akan berusaha mencarinya bersama-sama.” Kata Ji Young“Tapi ketahuilah. Sungguh aku bukan Rajamu!”

QQQ

Lee Na mematut diri di cermin terbesar yang pernah di lihatnya.Kamar Kwon Shin Hye benar-benar terlihat luar biasa dengan dinding cermin yang memantulkan segala isi ruangan bernuansa hijau itu. Kamar yang sesungguhnya tidak begitu besar menjadi terasa sangat luas untuk gadis itu seorang diri. Kali ini Lee Na melihat dirinya dalam tampilan yang berbeda setelah didandani Shin Hye dengan pakaianya dan alat make Up miliknya.
Shin Hye sendiri terlihat puas setelah merubah wanita klasik itu menjadi wanita modern yang manis.Lee Na menggunakan gaun putih dengan motif dedaunan berwarna abu-abu kesukaannya. Semula shin Hye ingin memakaikan celana Jeans, tapiia berubah fikiran karena wanita Anggun seperti Lee Na seharusnya memakai rok. Rambutnya yang panjang di jalin maniskesebelah kiri. Shin Hye juga memakaikan Jaketungu miliknya pada Lee Na karena diluarakanada angin musim gugur yang bertiup kencang.
“Nona Kwon, apakah Chima ini tidak terlalu tipis dan pendek?”Lee Na bertanya setelah memperhatikan betisnnya yang terbuka.Gaun milik Shin Hye itu tidak terlalu mini.Tapi bagi orang yang terbiasa menggunakan Hanbok dengan Chima yang tebal dan panjang tentunya pakaian seperti itu sedikit banyak membuat Lee Na risih.
“Selir Lee, mohon maaf sebelumnya. Yang kau kenakan itu bukan chima.Pakaian itu disebut gaun dan sangat banyak di gunakan pada masa kini.”Jawab Shin Hye.“Kau siap keluar?Kakakku pasti sudah menunggu di luar.”
“Yang mulia, maksudmu ?”
Shin Hye menggeleng. “Sebaiknya kau panggil dia tuan Kwon saja. Jika kau terus memanggilnya dengan sebutan penuh hormat itu, kau bisa-bisa di tinggal sendirian olehnya di suatu tempat yang tidak kau ketahui.”
Lee Na terkesiap.Dirinya mengangguk percaya. Tuan Kwon! Ya, dia kan memanggilRajanya dengan panggilan itu. Shin Hye menggandeng tangan Lee Na dan membawanya keluar dari kamar. Di depan pintu rumah, Kwon Ji Young sudah menunggu dengan topi hitam dan Syal dengan warna senada. Shin Hye masih berusaha menahan tawa karena laki-laki yang dilihatnya kali ini tidak terlihat seperti kakaknya, bukankah Kwon Ji Young selalu menggunakan warna-warna cerah? Warna gelap kali ini membuatnya tampak seperti orang lain.
“Sudah siap?”Ji Young bertanya.Suaranya sedikit tersamarkan oleh Syal yang menutupi sebagian wajahnya.
Lee Na mengangguk, ia masih sangat canggung untuk memulai panggilan tuan Kwon kepada Rajanya. Ia dapat mendengar Shin Hye tertawa dengan bebas sambil menunjuk Ji Young dan mengatakan bahwa kakaknya terlihat seperti ninja.Diam-diam Lee Na merasa iri karena seumur hidupnya dia terlarang untuk tertawa seperti itu.
“Oppa, mengapa kau tidak pergi dengan mobil?” Shin Hye bertanya setelah tawanya melega.
“Aku tidak mau menarik perhatian.Orang se-negara tau mobilku itu, aku bisa dikejar-kejar!”Jawab Ji Young enteng.Dia kemudian memperbaiki topi dan syalnya agar penyamaranya sempurna, kemudian dirinya memandang Lee Na lembut.“Kau sudah siap?Kita akan menemukan Kashim itu!”

QQQ

Ini pertama kalinya Lee Na merasakan berjalan di alam bebas setelah sekian lama.Tidak menggunakan Hanbok membuat tubuhnya terasa lebih ringan, tapi menurut Ji Young jalanya masih sangat lambat.Beberapa kali Lee Na kecewa mendengar Ji Young menggerutu tentang dirinya.Tapi walau bagaimanapun Lee Na menemukan banyak hal aneh disini, yang membuatnya melupakan segala kekecewaanya.Naik Bis baginya bagai menaiki kereta besar yang berjalan sendiri tanpa kuda, dan dirinya harus bersama dengan banyak orang.Selain itu bangunan yang di temuinya sepanjang jalan sangat berbeda dengan bangunan-banguan yang pernah di temuinya.
Kali inipun Lee Na berdecak kagum saat melihat buku-buku yang berjejer rapi di perpustakaan, Rak-rak yang begitu tinggi membuat kebangsawananya menjadi ciut.Ia memperhatikan buku-buku yang di bawa Ji Young.Kertas-kertas itu tidak lagi disatukan dengan tali, Lee Na merasa sedang berada di dunia mimpi.
“Tuan Kwon, bagaimana cara mereka menyatukan kertas-kertas ini?” Lee Na bertanya.
“Dengan Lem!”
“Lem?”
“Apakah di zamanmu tidak ada lem?”
“Tentu saja ada, Tapi lem digunakan untuk menempelkan pengumuman ke tembok, bagaimana caranya menyatukan kertas dengan lem sehingga menjadi buku yang seperti ini?”
Ji Young tidak menjawab pertanyaannya lagi.Laki-laki itu sedang sibuk memperhatikan sesuatu di dalam buku bacaanya.
Benarkah dia bukan Rajaku?Tanya Lee Na dalam hati. Tapi Ji Young memanggilnya dengan sebutan Selir Lee,sama persis dengan panggilan Raja terhadapnya, meskipun suara Raja mungkinlebih lembut dan penuh kasih. Lee Na memperhatikan Ji Young lekat-lekat, walaupun wajah mereka mirip, tapi Ji Young lebih bersinar bagi Lee Na di bandingkan Rajanya, Ji Young yang di terpa cahaya dari jendela kaca benar-benar membuat Lee Na terkesima dan menyadari bahwa Ji Young dan Raja adalah orang yang berbeda.
“Selir Lee, coba lihat ini!”Ji Young menunjuk sesuatu yang di temukanya di buku.
Lee Na segera terbangun dari lamunanya dan melihat kearah yang Ji Young tunjuk.Gambar seseorang yang di kenalnya.“Yang mulia Raja? Tuan Kwon, dia sangat mirip denganmu, kan?”
Ji Young lalu memandangnya, Lee Na dapat merasakan terpaan nafas Kwon Ji Young pada wajahnya beberapa saat hingga ia balas memandang.Aku kenapa? Lee Na bertanya dalam hati, ia menahan nafas, Semuanya berhenti, Waktu membeku.

QQQ

“Tuan Kwon, dia sangat mirip denganmu kan?”Lee Na berkata dengan gembira.
Sangat mirip?Berarti Lee Na sudah menyadari bahwa dirinya dan Raja adalah orang yang berbeda. Hati Ji Young terasa lebih lega, tapi dirinya sama sekali tidak mengerti apakah yang mendorongnya untuk memandang Lee Na hingga Ji Young terjebak dalam situasi seperti ini.Berpandangan dengan seorang Selir Raja apakah berdosa?Apakah juga termasuk mengkhianati Negara? Lalu apa yang harus dilakukanya dengan semua perasaanya yang muncul secara tiba-tiba?Ji Young memejamkan matanya sejenak lalu kembali memandangi Lee Na yang masih memandangnya.“Benarkah?Bagiku gambar seperti ini masih kalah sama dengan foto” Ji Young memberikan senyumanya sebelum perhatianya beralih ke buku.Dan Ji Young tau Lee Na masih memandanginya.
“Foto itu apa?”
JiYoung mengangkat telunjuknya sebagai tanda bahwaia meminta Lee Na menunggu beberapa saat.Ia mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan fotonya bersama teman-temanya disana, Dae Sung dan Seung Ri. Foto itu di ambil di Mess mereka saat yang lain sedang sibuk mondar-mandir kestudio dan meninggalkan mereka bertiga.“Coba Kau tebak, yang mana aku?”
Lee Na menunjuk kepada orang yang berada di paling kiri di foto. Dia tampak yakin dengan apa yang di tunjuknya. Dan memang benar, itulah Ji Young, rambut pirang menyalanya tampak kusut karena foto itu diambil saat dirinya baru banguntidur.Melihat Ji Young mengangguk Lee Na bertepuk tangan senang. Tapi kemudian ia memegangi perutnya. Lee Na sama sekali tidak bisa menyembunyikan bahwa dirinya sudah sangat lapar. Tentu saja begitu karena Ji Young juga merasakan hal yang sama.
“Kau lapar?Ayo kita cari makan!”Kata Ji Young menawarkan.
Dia beridiri dari kursinya dan berjalan di ikuti oleh Lee Na menuju keluar dari perpustakaan kota.Sial, Ji Young lupa menutupi wajahnya dengan Syal sehingga dirinya segera di keroyok oleh beberapa Fans.Apa yang harus ku lakukan? Fikir Ji Young.Dirinya tidak bisa berfikir jernih, yang bisa dilakukanya hanya menarik tangan Lee Na dan menjauh sebelum wartawan mulai ikut-ikutan mengejarnya.

QQQ

Di rumah inikah kekasihku tinggal?
Kim Hyun Joong menurunkan kaca mobilnyadan melihat ke rumah dua lantai itu dengan serius.Rumah itu sangat asri dengan dua buah pohon rindang di halaman.Tapi di musim gugur seperti sekarang membuat daun-daunnya berubah warna menjadi kuning.Hyun Joong dapat melihat seorang gadis sedang mengeruk sampah dedaunan dengan garputala di halaman rumah itu.
“Shin, apakah dia cicit perempuan dari gadis kecil itu?”
Shin yang memegang setir memandang kearah rumah. “Ya, dialah orangnya”
“Kalau begitu kau tunggu disini.Biar aku sendirian kesana.”Hyun Joong kemudian turun dari mobilnya dan merapatkan jas yang di kenakanya.Angin musim gugur yang berhembus membuat tubuhnya merasa tersegarkan.Terlebih, sebentar lagi dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Maaf, anda Nona Kwon?”Hyun Joong mencoba menyapa dengan seramah mungkin.
“Ya, anda siapa? Ada perlu apa?”
“Aku datang kemari untuk menjemput Binyeo milikku!”
Kwon Shin Hye tampak menyembunyikan kekhawatiranya. Hyun Joong tersenyum, ekspresi seperti itu mengartikan bahwa Shin Hye mengetahui tentang keberadaan Binyeo itu.Atas tawaran Shin Hye, Hyun Joong berakhir dalam keadaan bersandar di sebuah sofa dengan secangkir teh dalam tanganya. Shin Hye, meskipun khawatir sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, Bahkan ia berani mengundang laki-laki asing kedalam rumah. Sekarang gadis itu ada dihadapan Hyun Joong, berkata dengan ekspresi penuh keyakinan tanpa gentar sedikitpun.
“Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa kaulah pemilik Binyeo itu?”
Kim Hyun Joong menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.“Apa perlu aku mengatakan bahwa aku adalah pemilik yang menitipkanBinyeo itu kepada nenek buyutmu? Tentu kau tidak akan percaya karena aku terlihat masih sangat muda untuk kejadian yang telah terjadi berpuluh tahun silam. Lalu bagaimana bila aku katakan bahwa pada usia ke dua belas tahun aku terbangun dengan bayangan sebuah mantra yang akhirnya mengubah Kucing Ibuku menjadi sebuah gelang perak? Percayalah, Binyeo itu bukan hanya perhiasan biasa”
“Jadi Binyeo itu jelmaan dari sesuatu?”
Gadis yang menarik. Fikir Hyun Joong.“Ya, jelmaan wanita yang aku cintai. Aku yang mengubahnya menjadi perhiasan agar bisa menyembunyikanya dari orang-orang yang mengincarnya”
“Bagaimana bisa kau setega itu mengubah kekasihmu menjadi sebuah Binyeo?”
“Dia yang memintanya.Kau kira aku menginginkanya?Dia menginginkan aku mengubahnya menjadi sebuah Binyeo agar dia tejaga dengan cintaku, dan bila cintaku hilang dia tidak akan terbangun untuk selam-lamanya.Bukankah itu wajar bagi orang yang saling mencintai?Hanya ingin hidup bersama orang yang dicintai dan ingin mati bila orang itu takada?”
“Maksudmu?” Kedua alis Kwon Shin Hye saling bertaut.
“Wanita itu hanya bisa di bangunkan oleh orang yang mencintainya dengan tulus, itu hanya terjadi bila aku memandangnya dengan penuh kasih saat bulan penuh, dan dengan mantra, aku bisa mengubahnya menjadi Binyeo sewaktu-waktu”
Shin Hye kemudian tersenyum membuat Hyun Joong merasa terkejut.Gadis ini sepertinya mengetahui sesuatu, atau malah menyembunyikan sesuatu?
“Maaf, tuan Kim. Kata-katamu itu secara tidak langsung mengatakan padaku bahwa Binyeo itu tidak menjadi milikmu lagi” Katanya.

QQQ

“Umurmu berapa selir Lee?”Ji Young bertanya kepada Lee Na dengan suara yang akrab.Ia baru saja terlepas dari para Fans dan wartawan setelah mereka menaiki taksi dan berhenti di tikungan menuju rumahnya. Tapi tangan Ji Young masih menggenggam tangan Lee Na erat meskipun mereka tidak sedang berlari-lari seperti tadi.
Lee Na sendiri balas menggenggam dengan sama eratnya. Bersama Ji Young, ia merasakan perasaan yang sangat berbeda dari perasaan-perasaan yang pernah di rasakanya sebelumnya. “Saat aku berubah menjadi Binyeo usiaku masih dua puluh tahun!”
“Kalau begitu, pada waktu itu, kau hampir sebaya dengan adikku”
“Tuan Kwon, Boleh aku bertanya?”
“Apa?”
“Mengapa kau masih memanggilku dengan sebutan Selir, bila kau bukan Raja?”
Langkah Ji Young terhenti, selangkah lagi seharusnya mereka memasuki rumah, tapi Ji Young lebih memilih untuk memutar tubuhnya dan menghadap ke Lee Na. Sekarang mereka saling berhadapan dan bertatapan sekali lagi.“Lalu apakaah aku boleh memanggilmu dengan sebutan Ratuku?”
Lee Na menatap Ji Young dengan nanar.Benarkah dirinya tidak menanti kashim Noh lagi?Benarkah dia sudah menemukan penggantinya di dalam hatinya. Orang yang tak lain memiliki wajah yang sama persis dengan orang yang pernah di khianatinya. Apakah dia pantas? Lalu apa yang harus dia lakukan bila bertemu dengan Kashim Noh suatu saat nanti?
“Oh, Kalian sudah pulang?” Suara Shin Hye mengejutkan lamunan keduanya yang berdiri di depan pintu.
Lee Na secara refleks mengalihkan pandanganya kearah Shin Hye dan terkejut melihat seseorang yang keluar dari pintu bersama wanita itu.Laki-laki itu memandangnya dengan tatapan kecewa.Apa yang sedang dilakukan Kashim Noh disini? Apakah dia mencari Lee Na? Sekarang apa yang harus Lee Na lakukan?

QQQ

Namwon, sebulan kemudian.

Kim Hyun Joong mengangkat sebuah Binyeo emas berkepala naga kearah bulan purnama yang dilihatnya. Sebisa mungkin ia mengeluarkan semua perasaan hatinya untuk kekasihnya. Tapi Binyeo itu sama sekali tidak bergeming.Hyun Joong tertunduk.Apa yang salah denganya? Mengapa dirinya tidak bisa membangunkan Lee Na kembali seperti saat-saat dulu?
“Benarkah cintamu masih sama sedangkan dirimu bukan terlahir sebagai Kashim Noh?Bisakah kau membangunkanya seperti yang telah kakakku lakukan? Ya, Kakakku, Kwon Ji Young telah melakukanya lebih dulu, bahkan sebelum kau menemukanya, itu berarti kakakku sudah mencintai selir Lee meskipun sebelumnya mereka sama sekali tidak pernah bertemu”
Hyun Joong terbayang-banyang akan wajah Kwon Ji Young.Laki-laki itu sangat serupa dengan orang yang pernah dia sembah dengan kesetiaan penuh.Apakah dia titisaan Raja? Kalau bukan, bagaimana mungkin Kwon Ji Young bisa membangunkan Selir Lee padahal mereka sebelumnya sama sekali tidak pernah bertemu.Cintanya atau cinta Rajanya kah yang kekal?Cintanyasama sekali tidak ada meskipun Hyun Joong dengan penuh kesadaran mengaku sebagai titisan Kashim Noh, sedangkan Kwon Ji Young? Dia selalu menyangkal saat dikatakan sebagai Raja.Laki-laki itu bahkan tidak bisa mengingat kehidupanya di masa lalu, bagaimana dia bisa mengingat cintanya?Hyun Joong memandangi Binyeo itu sekali lagi.
Lee, mungkin inilah saatnya aku mengembalikanmu kepada orang yang seharusnya memilikimu.


Daftar kata-kata asing:
Binyeo : Tusuk konde yang seringkali di gunakan para bangsawan wanita pada dinasti Joseon
Jeogori : Pakaian (baju) bagian atas dari hanbok
Chima : Bagian bawah Hanbok yang berbentuk rok mengembang yang terkadang terbuat dari kain yang berlapis-lapis
Hanbok : Pakaian tradisional Korea dari dinasti Joseon
Halmoni : Nenek
Oppa : kakak (panggilan untuk kakak laki-laki oleh perempuan yang lebih muda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar