FULL CREDIT!
Chingu, jika ingin mengcopy postingan di blog ini, tolong cantumin credit fullnya ya dan link aktifnya ok ^^ and no bashing..., gunakan bahasa yang baik bila berkomentar.., Kamsahamnida ^^
"YunaArataJJ@KBPKfamily"

Kamis, 30 September 2010

[WAWANCARA] “Saya menghilangkan kesepian dengan mendengarkan radio” – Taeyang Bagian 1 -

Penyanyi yang memiliki cara berbicara yang tenang, sikap rendah hati, dan suara yang unik serta menarik. Saya bertemu dengan Taeyang Big Bang(nama asli Dong Young Bae) yang menyenangkan bagi siapa pun, bahkan jika mereka baru melihatnya sekali. Taeyang tampak bersemangat sebelum rilis album. Ia menunjukkan daya tariknya pada aktivitas solo terakhirnya juga, tapi itu hanya pemanasan untuk album mendatang.
Taeyang mengatakan ia sedikit tertekan tahun lalu, namun ia cenderung menunjukkan banyak hal baru yang ia miliki di dalam toko tahun ini.
Saya pernah mendengar sebuah mengenai seorang anak yang menghilangkan kesepiannya dengan mendengarkan radio selama masa kecilnya, ia kemudian dibesarkan sebagai seorang penyanyi yang menyenangkan banyak orang. Walau selalu merasa khawatir, ia membagikan impian bersinarnya dalam catatan harian yang terdiri dari 10 bagian ini.



“Saya adalah seorang yang cengeng di masa kecil saya dulu. Dulu saya menangis karena harus pergi ke taman kanak-kanak di pagi hari. Saya menangis karena di dalam hati bertanya-tanya 'bagaimana jika ibu saya tidak berada di rumah saat saya kembali dari taman kanak-kanak?’. Saya adalah seorang anak cengeng yang menangis tiga atau empat kali dalam sehari ...”

Anak cengeng berhati lembut itu sangat menyukai musik. Kakaknya, yang lebih tua 5 tahun darinya, juga menyukai musik, sehingga ia dapat mengalami aliran musik yang berbeda dalam usia dini.

“Saya mendengarkan banyak selain pop atau klasik. Saya suka sekali biografi musisi seperti Mozart, Schubert dan Beethoven, saya masih mengingat [biografi] mereka bahkan sekarang. Ini jelas, tapi saya juga belajar piano dengan banyak fokus karena saya suka musik.”

Memiliki banyak waktu sendirian, ia mulai menikmati musik dengan sungguh-sungguh. IMF (Dana Moneter Internasional) mendekati keluarganya saat ia berada di kelas empat. Perusahaan ayahnya bangkrut dan iapun harus pindah ke rumah saudaranya.

Taeyang harus hidup terpisah dari orang tuanya pada usia yang sangat dini serta berteman dengan radio dan musiknya di tempat tinggalnya yang baru. Meskipun ia tidak bisa membeli setiap kaset rekaman yang ingin ia dengarkan karena sedikitnya uang saku yang ia miliki, dunia radio selalu menyambutnya dengan hangat.

“Saya banyak mendengarkan radio sambil menjaga diri sendiri, saat saya dipisahkan dari orangtua saya. Itu adalah masa-masa kesepian dan sulit tapi bisa ditahan karena saya bisa mendengarkan radio.”

Taeyang ditinggalkan sendirian saat itu, berharap untuk membantu orang tuanya. Melihat rumahnya menghilang, ia belajar bagaimana rasanya menjadi kesepian, lebih awal dari orang lain seusianya. Tapi saat-saat dimana dia ditinggalkan sendirian kini telah menjadi batu loncatannya untuk tumbuh sebagai seorang penyanyi.

[WAWANCARA] “Pada ulang tahun ke-12, hadiah saya untuk saya sendiri …” – Taeyang (Bagian 2) -

tweetmeme_url = 'http://www.21bangs.com/interview-on-my-12th-birthday-my-present-for-myself-is-taeyang-part-2/'; Taeyang (nama asli Dong Young Bae) telah menyukai musik sejak ia masih kecil. Tapi, dibesarkan di rumah seorang kerabat, ia dikirim ke sebuah akademi akting.

“Mungkin karena akademi akting sedang berkembang pesat pada masa itu. sepupu saya juga akan masuk ke akademi akting, jadi saya pergi bersama-sama dengan mereka. Tapi itu bukanlah apa yang saya inginkan.”

Meskipun ia tidak pernah ingin menimba ilmu di akademi akting, tapi karena inilah ia mendapat kesempatan untuk menjadi seorang penyanyi. Selama di akademi akting, ia mampu tampil dalam video klip Jinusean sebagai 'Sean kecil'.

“Akademi akting memungkinkan saya untuk berpartisipasi dalam audisi. Saya sering seorang ekstra saat itu. Namun, tanpa sengaja, YG sedang mencari seseorang untuk membitangi video musik Jinusean, saya ikut audisi dan terpilih sebagai ‘Sean kecil’.”

Ia bertemu dengan Yang Hyun Suk, perwakilan YG Entertainment, saat sedang bekerja sebagai 'Sean kecil'. Di mata Taeyang kecil yang berusia 12 tahun, Jinusean dan perwakilan YG tampak sangat hebat.

“Musik dan pakaian [mereka] tampak sangat bagus. Saya pikir saya harus masuk ke perusahaan ini, bahkan jika saya hanya disini untuk berada dalam video musik.”

Menjadi ‘Sean kecil’, ia turut serta dalam sejumlah program musik bersama Jinusean. Akhirnya, pada hari terakhir penyiaran, Taeyang sedikit menuangkan hatinya dan mengatakan ia ingin bergabung dengan YG. Yang meyakinkan bahwa ia dapat melakukannya.

“Presiden Yang Hyun Suk mengatakan ia akan memanggil saya untuk datang nanti. Mungkin itu hanya kata-kata untuk membuat saya merasa lebih baik karena saya anak laki-laki yang manis, dan itulah mengapa saya salah paham.

Ia menunggu selama berbulan-bulan, namun panggilan telepon tidak datang. Akhirnya, Taeyang dengan gagah memasuki gedung YG di hari ulang tahunnya dan ia langsung pergi ke kantor presiden.

“Kenapa kau tidak menelepon saya?” (Taeyang)

“... Saya lupa. Datang dan latihan dimulai besok.” (Yang Hyun Suk.)

Taeyang memberikan hadiah ‘memasuki YG’ kepada dirinya sendiri. Jadi dimulailah kehidupan sedih dan bahagianya trainee.

[WAWANCARA] “Selama hari-hari trainee, musim panas terasa luar biasa terangnya”– Taeyang (Bagian 3)

Di usia 12 tahun, Taeyang ( nama asli Dong Young Bae) menjadi trainee di YG Entertainment. Mengenang masa lalu, hari-harinya sebagai peserta pelatihan adalah saat yang bahagia baginya. “Saya berpikir siapapun akan merasa sedih selama hari-hari trainee mereka karena kita tak bisa berbuat apa-apa saat itu.”

Ia bermimpi menjadi penyanyi karena ia sangat menyukai musik. Itulah mengapa ia bisa menelan kegelisahannya. “Kami berlatih dengan kecemasan konstan sepanjang waktu. Karena kami berlatih terus-menerus tanpa suatu janji atau periode waktu kapan kami akan melakukan debut”

Tapi tak ada suatu saat yang lebih lucu dan lebih bahagia daripada mereka daripada saat-saat itu. Ia penuh semangat, hari demi hari, dengan harapan ia akan melakukan segalanya.

“Baru-baru ini, saya berbicara dengan Jiyoung (G-Dragon) tentang bagaimana bahagianya hari trainee kami dulu. Kami tak punya banyak uang saat itu. Kadang-kadang, presiden akan memberi kami sepuluh ribuan won, yang tampak seperti uang yang banyak bagi kami. Kami tidak hanya akan memikirkan “bagaimana kami bisa bersenang-senang” dengan mereka, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan hemat - apa pun yang kami lakukan saat itu terasa menarik”

Saat punya uang saku, biasanya ia pergi berbelanja ke Dongdaemun bersama G-Dragon. Mereka mencari-cari pakaian murah dan bagus seperti yang biasanya dilakukan para remaja biasa. “Bahkan saat kami hanya pnyat seratus ribu won, kita bisa berpakaian dari kepala sampai kaki. (Tertawa) Kami berdiri di atas panggung bersama senior kami setelah berdandan.

G-Dragon dan Taeyang lebih sibuk daripada siapa pun saat itu. Memakai topi yang berbeda dalam pertunjukan senior mereka, mereka membangun pengalaman mereka. “Jiyoung dan saya adalah yang paling sibuk. Saat senior kami seperti Big Mama, Lexy dan Wheesung melakukan kegiatan, kami lebih sibuk dari mereka.”

Seven sangat memperhatikan G-Dragon dan Taeyang di hari-hari trainee mereka.

“Hyung Seven pergi main wakeboard setiap musim panas, saat itu ia pasti membawa serta kami dan kamipun nongkrong bersama-sama. Saya ingat musim panas yang luar biasa cerah, saat kami main wakeboard dan nongkrong. Itulah saat-saat yang bahagia bagi saya waktu itu.”

[WAWANCARA] Star Diary Taeyang bagian 4 “G-Dragon dan saya hanya pernah bertengkar sekali” (Bagian 5)

Taeyang (23, nama asli Dong YongBae) dan G-Dragon (23, nama asli Kwon JiYong) telah menjadi teman dekat sejak mereka bertemu 10 tahun yang lalu sebagai trainee. Apakah mereka pernah bertengkar?

“Kami bertengkar sekali,” aku Taeyang. “Itu saat bermain bola basket ...”

Saat itu Taeyang dan G-Dragon sedang bermain bola basket melawan para trainee penari, yang terus mengalahkan mereka. Dengan sifat kompetitif alaminya, Taeyang berpikir “Saya akan memenangkan ini” tapi pikiran G-Dragon adalah “[Permainan] ini bahkan tidak adil” dan ingin berhenti.

“Kami terus kalah dan Jiyong berkata ‘Mari kita berhenti’ tapi saya berkata kepadanya ‘Mari bermain sampai kita menang'. Kami akhirnya mulai berdebat tentang apakah kami harus bermain atau tidak dan kemudian kami mulai berkelahi. (Tertawa)”

Keduanya memiliki selera yang berbeda dalam kepribadian dan selera. Sebagai contoh, sementara G-Dragon telah mengubah gaya rambutnya lebih dari 200 kali sejak debut mereka, Taeyang hanya berubah dua kali.

“Jiyong tidak takut mencoba hal-hal baru. Saya tipe orang yang harus memikirkan segala sesuatu melalui hati-hati. Saya pikir itu bagian dari alasan mengapa kami bergaul dengan begitu baik. Saya menahannya dan Jiyong menunjukkan saya hal-hal yang biasanya takkan saya coba.”

Bahkan saat memilih makanan mereka dari sebuah menu, Taeyang ingin makan "apa pun yang baik" tapi G-Dragon memiliki menu yang lebih rinci dalam pikirannya “untuk kesempatan ini, kamu makan ini dan untuk kesempatan itu, kamu makan itu.”

“Saya ragu-ragu, jadi saya tak dapat memilih hal-hal yang begitu mudah. Tapi Jiyong tidak seperti itu. Meskipun demikian, kami masih saling menghormati [keputusan kami] satu sama lain. Saat saya melihat Jiyong, ada hal-hal yang sata terima tentang dia dan sebaliknya. Saya benar-benar berpikir bahwa saya tak punya teman [dekat] yang lain selain Jiyong sekarang.”

Sejak hari kedua pelatihan, mereka telah menjadi teman dekat dan saling menghibur serta menyemangati di masa-masa sulit. Karena persahabatan mereka, mereka tak pernah kesepian saat bekerja di bisnis hiburan. “Sementara kami bekerja, pasti ada saat-saat kami berselisih. Tapi suka atau tidak, saya kira Jiyong dan saya telah melakukan dengan baik sejauh ini.”





[WAWANCARA] “Apa yang telah saya lakukan di panggung? - Taeyang (Bagian 6) -
2009 adalah merupakan salah satu tahun yang sangat sulit bagi Taeyang (23, nama asli Dong Young Bae). Memanajemen kegiatan Big Bang di Jepang dan mempersiapkan untuk album solo, ia menjadi semakin lelah secara mental dan fisik.

“Saya merasa tahun lalu adalah hanya kosong dalam hidup saya. Itu merupakan saat menggelisahkan, mungkin karena itu adalah tahun ketiga dalam karir menyanyi saya.”

Baginya, merupakan kewajiban untuk berdiri di panggung. Ia sangat bahagia, bernyanyi dan menari di depan penonton dan ia percaya bahwa itulah yang paling membahagiakannya, tetapi ia juga merasa sedih kepada dirinya karena tidak bisa melakukan yang terbaik.

“Saya pikir saya tidak bernyanyi dengan tulus, dan merasa seperti ‘Apa yang saya lakukan di panggung?’.”

Ini adalah sewaktu ia harus mempersiapkan album solo di bawah jadwal yang padat. Musiknya tidak datang dari pikiran. Pikirannya merasa tidak stabil, seperti dia ditekan untuk sesuatu, dan tidak ada tujuan tertentu untuk suatu hasil.
“Setelah jadwal selesai, saya harus mempersiapkan kegiatan solo saya. Saya ditekan untuk waktu dan ditekan untuk bekerja, jadi saya tak bisa memiliki ketenangan pikiran yang saya inginkan”

Pada saat itu, ia menyanyikan lagu dan beat tetapi ada emosi apapun. Pintu hatinya tertutup juga. Sulit baginya untuk bertemu dengan orang dan tersenyum.
“Saya bahkan tak ingin melihat orang-orang jadi saya hanya tinggal di rumah. Selain itu, saya tidak bisa tidur nyenyak ... “

Tapi begitu ia melihat salju pertama tahun 2010, ia berubah pikiran.
“Terlalu sulit untuk hidup seperti ini.”





[WAWANCARA] “Saya sangat menginginkan seorang pacar tahun ini” – Taeyang (Bagian 7) -

Dengan kepribadian pemalu, Taeyang (23, Dong Young Bae) dengan jujur mengaku pernah berkencan.
“Saya ingin sekali menemui seorang pacar tahun ini. Saya merasa seperti saya semakin tua, saya takkan bisa berkencan.”

Taeyang sangat iri dengan pasangan Sean dan Jung Hye Young. Saat melihat Sean hidup bahagia ia berpikir,”Saya harus hidup seperti itu juga.”
“Saya pikir itu 3 bulan yang lalu. Saya pergi ke rumah Sean Hyung karena ia bilang ia akan membuat makan malam untuk saya. Saya sedang makan, dan saat saya melihat HyeYoung nuna bersama HaEum, HaRang, dan HaYul, saya merasakan begitu banyak hal.”



Apa yang dia lihat adalah hasil dari sebuah rumah tangga yang bahagia. Itu adalah rumah yang membuat kamu bahagia bahkan hanya dengan melihatnya. Namun, Taeyang lemah dalam hal berkencan. Ia kehilangan waktunya dengan berdebat, mengatakan,“Bagaimana kalau tidak berhasil?” dan “Bukankah itu akan tidak akan menjadi beban?” bahkan jika ia menyukai seseorang.
“Aku memiliki cinta pertama saya saat saya masih bersekolah. Tapi saya takkan menjadi orang yang membantu sehingga kami tidak memulainya dengan baik. Jika saya berpikir tentang hal itu sekarang, kami sebenarnya bisa melakukannya dengan baik ...”

Ia ragu-ragu lagi karena meyakini ia akan membahayakan cinta pertamanya, yang sedang sibuk belajar keras.
“Dia sedang belajar untuk pergi ke sekolah tinggi khusus bahasa asing. Ia belajar banyak, dan saya melihat ia terjebak dalam membuat keputusan pertemuan saya atau tidak dalam masa yang penting itu.”

Melihat kekasihnya bekerja keras, ia melangkah mundur untuk membantunya. Setelah itu, Taeyang juga tidak pernah berkencan karena harus berlatih keras dan kesibukan aktivitasnya. Ia memiliki kepribadian dimana saat ia berfokus pada satu hal, ia jatuh ke dalamnya, tetapi ia juga sangat hati-hati dan serius yang ternyata menjadi kendala dalam hal kencan.
“Kamu bisa menemui seseorang dengan nyaman. Tapi mengapa hal itu tidak berhasil bagi saya?”

[WAWANCARA] “Jika orang itu adalah cinta terakhir saya..” – Taeyang (Bagian 8) -

“Saya menyukai orang yang peduli dengan orang lain.”

Wanita ideal bagi Taeyang seorang wanita dengan yang tulus dan murni. Daripada seseorang dengan penampilan yang luar biasa, ia lebih suka seseorang yang peduli dengan orang lain dan ramah. Ia tidak meninggalkan fakta bahwa ia ingin bertemu seseorang yang benar-benar menyukai dirinya.

Alih-alih sebuah jenis cinta instan, ia menginginkan hubungan yang serius. Kadang-kadang ia berpikir bahwa cara ia tidak bisa nyaman bertemu dengan banyak orang sebagai sesuatu yang sangat disesalkan, tapi ia berkata menginginkan sebuah pertemuan yang bisa ia lihat sampai akhir.

“Orang lain bisa seseorang dan bergaul dan terus memiliki hubungan yang baik, tetapi itu tidak berhasil bagi saya. Daripada memiliki seseorang yang bisa saya temui bila saya mempunyai waktu luang, saya ingin seseorang yang bisa membuat saya bersyukur karena mereka berada di sana. Jika saya bertemu dengan seseorang yang saya sukai besok, saya ingin orang itu menjadi cinta terakhir saya.”

Dengan kepribadian yang serius, Taeyang memiliki banyak kekhawatiran tentang cinta. Tapi karena belum memiliki pengalaman hubungan yang mendalam, ada saat-saat ia merasa seperti ada sesuatu yang kurang saat ia berusaha untuk mengekspresikan diri dalam lagu. Karena ia tak punya pengalaman dengan cinta juga dan tak punya kenangan cinta yang pahit, ada kalanya ia hanya dapat mengekspresikan diri dari imajinasinya.
“Daripada sebuah pertemuan dimana kami bertengkar dan saling menyakiti dan putus, saya ingin bertemu seseorang yang sangat saya suka dan mencintainya. Tapi ketika saya bernyanyi tentang luka-luka yang bisa ditinggalkan cinta, saya sering membayangkan ‘itu bisa seperti ini.’ Bahkan.dalam Only Look at Me, saya harus bernyanyi sedih tanpa pengalaman tersebut. Saya hanya bernyanyi dengan perasaan ‘saya sungguh mencintaimu’.”


Ia adalah pemuda berusia 23 tahun yang penuh kekhawatiran serta kesempatan. Dengan ketenangan dan keseriusannya, ia memikirkan setiap langkah ke depan yang ia ambil. Kata-katanya tulus dan jujur, tanpa kesombongan tahu-semunya atau kesia-siaan, merasa agak lebih dapat dipercaya.



[WAWANCARA] “Tidak ada penderitaan lagi .. sekarang saatnya untuk memberi hadiah” - Taeyang (Bagian 9) –

Jika sesuatu yang baru yang akan lahir, harus ada penderitaan. Hasil penderitaan Taeyang melewati tahun lalu segera hadir dalam bentuk album penuh.
“Kami sudah sampai pada tahap memberikan sentuhan akhir. Kami hanya memilih lagu-lagu terbaik dan saya pikir itu akan berakhir menjadi sekitar 10 lagu.”
Sebenarnya karena persiapan untuk albumnya, ia melalui penderitaan yang tak terkatakan dalam setahun terakhir ini. Mengerjakan album dan mengikuti jadwal yang lain secara bersamaan, membuat ia mengalami kesulitan baik secara fisik dan emosional. Ia bekerja keras untuk mengeluarkan album yang memuaskan.
“Saya rasa album saya akan segera keluar. Ini adalah album pertama atas nama saya, jadi rasanya jauh berbeda dari album mini atau album tunggal.”



I bisa bekerja dengan warna yang unik yang tak bisa ia tunjukkan sebelumnya.
“Saya tidak bisa mengatakan apa gaya lagu mereka. Kamu mungkin akan tahu setelah mendengarnya, dan mungkin terdengar benar-benar baru. Alih-alih musik yang trendi, saya memilih lagu yang membuat saya bisa menempatkan warna unik saya sendiri ke dalamnya. Pada dasarnya itu adalah R&B.”

Sementara ia mengerjakan albumnya, ia menjadi peka terhadap titik dimana para anggota yang lain tak bisa mendekatinya dengan mudah. Tapi saat-saat itu sudah berakhir sekarang.
“Karena ini album resmi pertama atas nama saya, saya punya banyak stres dan mudah marah. Ini membuat saya berpikir tentang kenapa saya bermusik. Saya bermusik karena itu membuat saya bahagia dan ketika bermusik saya harus gembira, dan saya pikir itu tidak benar jika akhirnya menjadi menyakitkan bagi saya.”

Dikejar oleh jadwal sibuk dan mengumpulkan pikiran yang tersebar untuk meletakkan energi musik ke dalam pekerjaannya. Ia semakin matang sebanyak ia menderita.
“Sekarang beban di hati ini terasa lebih ringan. Sebenarnya saya ingin mengatakan fans saya untuk tidak memberikan hadiah pada hari ulang tahun saya tahun ini. Saya hanya meminta maaf karena tidak memberi mereka apa-apa ... Tapi saya pikir saya akan bisa memberikan hadiah tak lama lagi. Saya senang.”


[WAWANCARA] “Daripada menjadi yang terbaik, saya ingin menjadi seorang penyanyi dengan makna” - Taeyang (Bagian 10) - terakhir
Memiliki karisma yang halus serta hati yang dikhususkan untuk panggung. Taeyang adalah penyanyi handal. Apa yang ia impikan adalah “Saya tidak benar-benar tahu apakah mimpi ini adalah besar atau kecil, tapi saya ingin berdiri di atas panggung untuk waktu yang lama dan selalu memberikan segalanya.”

Ini mungkin sebuah mimpi yang sederhana, tapi matanya penuh dengan kebanggaan sebagai seorang penyanyi. Jika ia berhasil hingga saat ini hanya melihat ke depan, sekarang ia memiliki waktu untuk melihat sekelilingnya.
“Sebelum saya ingin menjadi seseorang yang dikenali siapapun, saya ingin berdiri di atas panggung terbesar di dunia dan mendengar orang berkata, 'Orang itu benar-benar hebat’ tentang saya. Saya masih ingin menjadi seperti itu. Tapi sekarang saya mulai berpikir bahwa saya hanya ingin memberikan yang terbaik. Jika saya melakukan itu, maka saya dapat menjadi yang terbaik bagi seseorang.”

Ia berharap aksinya panggung akan menjadi pengaruh baik kepada orang-orang. Gagasan melakukan pertunjukan dengan makna yang baik sering menghinggapi kepalanya.
“Saya ingin melakukan pertunjukan yang memiliki pesan yang baik. Tentu saja ini sesuatu yang bisa saya lakukan hanya setelah saya menjadi lebih baik dan mendapatkan pengaruh lebih ... tapi apakah itu untuk anak-anak yang sedang mengalami kesulitan, saya ingin pertunjukan saya memiliki makna seperti itu.”

Seperti namanya, Taeyang bekerja untuk menjadi seorang penyanyi yang bisa bersinar terang untuk dunia. Alih-alih menjadi bintang bersinar terang, Taeyang mengambil langkah pada suatu waktu untuk menjadi seorang artis bagaikan sinar matahari yang cemerlang dan hangat yang membantu pertumbuhan dan memperkaya segala sesuatu.
“Tahun ini saya ingin mengesampingkan obsesi dan keserakahan, dan selalu bekerja. Alih-alih bekerja dengan hanya satu lagu dari album solo saya, saya pikir saya akan bekerja tanpa henti menyanyikan banyak lagu.”


Taeyang membawa senyum ke wajah semua yang melihatnya, dengan cara dia memimpin hidupnya dengan kekhawatiran dan perjuangan tanpa henti, kecintaannya terhadap musik, serta cara ia tidak melupakan hatinya terhadap orang lain.


cre : asiangrup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar